PALEMBANG — KOMPASLINK.COM
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan menggelar Rapat Kerja (Raker) Provinsi bertema “Bersatu Bergerak Cepat Mengembalikan Kejayaan Prestasi Sumsel” pada 10–11 Desember 2025 di Beston Hotel Palembang, Rabu (10/12/2025).
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Sekjen KONI Pusat Brigjen TNI (Purn) H. Ahmad Saefudin SE MM, Anggota DPRD Sumsel H. M. Ilyas Panji Alam SH SE MM, Kadispora Sumsel Dr. H. Rudi Irawan SSos MSi, serta Kadishub Sumsel Drs. H. Arinarsa JS.
Ketua Umum KONI Sumsel, H. Yulian Gunhar, SH., MH, menegaskan bahwa Rakerprov tahun ini menjadi titik penting untuk mengevaluasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Musi Banyuasin (Muba). Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan dirumuskan sebagai rekomendasi resmi KONI kepada publik dan seluruh cabang olahraga (cabor).
“Semua hasil evaluasi Porprov Muba akan kita publikasikan, termasuk kendala dan capaian yang telah dilalui cabor. Ini menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan pembinaan dan pelatihan ke depan,” ujar Yulian Gunhar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain evaluasi, Raker juga mengagendakan persiapan awal menuju Porprov 2027, yang hingga kini telah menerima tiga usulan tuan rumah: Kota Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, dan Kota Palembang.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Sekjen KONI Pusat menekankan pentingnya jaminan kesejahteraan dan masa depan atlet. Hal ini direspons oleh Ketua KONI Sumsel, yang mengakui masih adanya kekurangan pada aspek sosial dan jaminan karier atlet.
“Seharusnya pemerintah provinsi bersama KONI menyusun rencana yang jelas terkait pembinaan dan jaminan masa depan atlet. Selama ini beberapa kendala memang belum terpecahkan,” ungkap Yulian.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pembinaan atlet namun tetap berjalan, terutama untuk cabor yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.
Yulian menepis anggapan bahwa pembiayaan menjadi hambatan utama. Menurutnya, seluruh anggaran yang diajukan KONI Sumsel kepada Pemerintah Provinsi telah disetujui dan direalisasikan. Namun, efisiensi anggaran di tingkat nasional dan daerah sempat berdampak pada program Sumsel Emas.
“Alhamdulillah di masa kepengurusan kami, banyak persoalan lama seperti uang pembinaan dan honor atlet yang belum terealisasi kini sudah bisa kami selesaikan,” katanya.
Yulian menegaskan bahwa dirinya menargetkan dua hal pokok selama dua tahun kepemimpinan ke depan:
Menjaga KONI Sumsel tetap bersih dari persoalan hukum.
Meningkatkan prestasi olahraga Sumsel secara bertahap dan tidak instan.
“Prestasi itu tidak instan. Kita harus bekerja bersama, dari bawah hingga ke atas. KONI, cabor, dan pemerintah harus duduk bersama mencari jalan keluar dari setiap masalah,” jelasnya.
Yulian berharap Rakerprov kali ini menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memetakan tantangan, serta menentukan arah pembangunan olahraga Sumsel menuju masa depan yang lebih baik.
Menjelang penutupan, Ketua KONI Sumsel memastikan bahwa tiga daerah telah secara resmi mengusulkan diri sebagai calon tuan rumah Porprov 2027:
Kota Lubuklinggau
Kabupaten Muara Enim
Kota Palembang
Kesiapan teknis dan infrastruktur ketiga daerah tersebut akan dibahas dalam forum Rakerprov malam ini.
Dengan semangat “Bersatu Bergerak Cepat”, KONI Sumsel menegaskan komitmennya membangun ulang kejayaan olahraga Sumatera Selatan, baik dari sisi prestasi maupun pembinaan jangka panjang bagi atlet menuju level nasional hingga internasional.











