Muratara,-kompaslink.com|
Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Musi Rawas Utara melaksanakan kegiatan penyuluhan kamtibmas tentang larangan penggunaan narkoba dan pencegahan paham radikalisme di Desa Lesung Batu, Kecamatan Rawas Ulu, Rabu (4/2/2026) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh KBO Sat Binmas Polres Muratara Ipda Harendo Falgano, S.H., CPHR, didampingi Kanit Binpolmas Sat Binmas Polres Muratara Ipda M. Aliudin, S.H., serta Kanit Binkamsa Bripka A.J. Manurung.
Dalam penyuluhannya, Ipda Harendo Falgano menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga Desa Lesung Batu sebagai Kampung Anti Narkoba dan Anti Radikalisme. Ia menegaskan bahwa narkoba memiliki dampak buruk yang sangat luas dan dapat merusak seluruh aspek kehidupan, baik individu, keluarga, maupun lingkungan sosial.
“Jangan sampai di Desa Lesung Batu ini ada pengguna maupun pengedar narkoba. Dampaknya sangat besar, mulai dari rusaknya kesehatan, ekonomi keluarga, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Ipda Harendo.
Ia juga menjelaskan bahwa dampak yang sering muncul akibat penyalahgunaan narkoba adalah menurunnya etos kerja serta meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga, yang dipicu oleh pengaruh zat terlarang tersebut.
Sementara itu, Kanit Binpolmas Ipda M. Aliudin, S.H. menambahkan bahwa selain bahaya narkoba, masyarakat juga perlu mewaspadai paham radikalisme. Menurutnya, paham radikal dapat memengaruhi pola pikir masyarakat dan menjerumuskan ke dalam ajaran menyimpang yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan hukum yang berlaku.
“Kita semua harus waspada terhadap paham radikalisme, karena bisa masuk melalui berbagai cara dan mempengaruhi siapa saja jika tidak dibentengi dengan pemahaman yang benar,” ujarnya.
Kepala Desa Lesung Batu, Sobri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta arahan yang diberikan oleh Sat Binmas Polres Muratara. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan masyarakat terkait bahaya narkoba dan radikalisme.
“Kami sangat berterima kasih atas penyuluhan ini. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, paling tidak dua bulan sekali, agar masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap bahaya narkoba dan radikalisme,” pungkas Sobri.
Editor.
(Rudihartono.m)











