Kondisi Memprihatinkan, Jembatan Keramasan Dinilai Tak Layak Pakai

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 03:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG,-kompaslink.com|

Keluhan warga Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Seberang Ulu I, Palembang, terhadap kondisi Jembatan Keramasan (Jembatan Beli) di Jalan Putri Dayang Rindu kembali mencuat. Jembatan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.Jum’at (20/2/2026)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan Keramasan mengalami kerusakan serius pada bagian lantai yang terbuat dari kayu. Kondisi kayu dilaporkan sudah lapuk, berlubang, dan bergoyang setiap kali dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki.

 

Kerusakan terjadi di Jembatan Keramasan (Jembatan Beli), Jalan Putri Dayang Rindu, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Seberang Ulu I, Kota Palembang.

 

Menurut warga, kondisi jembatan telah rusak selama puluhan tahun dan hingga kini belum terlihat adanya perbaikan permanen dari instansi terkait.Keluhan disampaikan oleh masyarakat dan tokoh warga Kelurahan Keramasan, yang mendesak perhatian dari Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 

Warga menilai pembiaran kerusakan jembatan berpotensi menimbulkan kecelakaan serius. Selain itu, mereka mempertanyakan pengelolaan dan prioritas anggaran pemeliharaan infrastruktur, khususnya di wilayah Seberang Ulu I.

 

Kerusakan jembatan terlihat dari struktur lantai kayu yang rapuh dan tidak lagi layak digunakan. Warga mengaku terpaksa tetap melintas karena jembatan tersebut merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, sekolah, hingga akses ekonomi.

 

Warga juga menyoroti adanya ketimpangan pembangunan. Mereka menilai perhatian pemerintah lebih terfokus pada wilayah pusat kota, sementara akses vital di kawasan pinggiran dibiarkan tanpa solusi konkret.Sebagai bentuk keprihatinan, masyarakat mendesak Dinas PUPR segera melakukan audit struktur dan perbaikan darurat guna mencegah kemungkinan ambruknya jembatan. Selain itu, warga meminta kepala daerah, baik wali kota maupun gubernur, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.

 

“Apakah harus ada korban jiwa terlebih dahulu baru dilakukan perbaikan? Kami sudah lelah dengan janji dan survei tanpa realisasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.Warga juga meminta transparansi terkait rencana renovasi total jembatan dan kejelasan apakah proyek tersebut akan masuk dalam program pembangunan tahun berjalan. Mereka menegaskan, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menyangkut keselamatan dan hajat hidup masyarakat.

 

Pewarta:Rudi H.M.

Berita Terkait

Personel Bidhumas Polda Sumsel Bagikan Sarapan, Ajak Warga Berdoa untuk Penanganan Karhutla
Kapolda Sumsel Terima Audiensi INKANAS, Perkuat Pembinaan Atlet Karate
Satgas Horas Bangso Batak Sumsel Bagikan 3.000 Masker di Tengah Kabut Asap Palembang
Wakapolda Sumsel Terima Tim Asistensi Baharkam Polri, Perkuat Fungsi Sabhara, Binmas dan Polairud
Samakan Visi dan Perkuat Kapabilitas, Polda Sumsel Gelar Rakernis Reserse
Korem 044/Gapo Gelar Upacara Haornas 2026, Olahraga Jadi Bagian dari Pembentukan Prajurit Profesional
Selaraskan Kebijakan Kapolri, Polda Sumsel Satukan Langkah Seluruh Fungsi Reskrim se-Sumsel
HUT ke-78 Polwan, Kapolda Sumsel Buka Ruang Seluas-luasnya untuk Polwan Berprestasi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 06:02

Kantah Purbalingga Laksanakan Verifikasi dan Validasi Personil dan Peralatan Pekerjaan BT-EL dan SU-EL

Kamis, 10 September 2026 - 05:59

SELAMAT HARI OLAHRAGA NASIONAL (HAORNAS) 2026!

Kamis, 10 September 2026 - 05:58

Apel Pagi, Kepala Kantor Pertanahan Purbalingga Tekankan Komitmen Penyelesaian Layanan Tepat Waktu

Kamis, 10 September 2026 - 05:56

Quotes of the day Penyemangat untuk seluruh pegawai Kantor Pertanahan

Senin, 7 September 2026 - 07:29

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Senin, 7 September 2026 - 07:28

Isi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah

Senin, 7 September 2026 - 07:27

Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN

Senin, 7 September 2026 - 07:25

Pesan Menteri Nusron untuk 568 Wisudawan/Wisudawati Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana pun Bekerja

Berita Terbaru