Dugaan Penyalahgunaan SHM Tanpa Objek Fisik, Kuasa Hukum Warga Soroti Putusan Pengadilan

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Palembang,-kompaslink.com |

Dugaan penyalahgunaan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanpa keberadaan objek fisik kembali mencuat dan menuai sorotan tajam dari tim kuasa hukum warga. Sertifikat tersebut diduga dijadikan dasar hukum untuk menggusur lahan milik masyarakat melalui proses peradilan yang dinilai bermasalah dan berpotensi mencederai rasa keadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

 

Tim kuasa hukum Ibrahim dan Syarkowi yang terdiri dari Sulastrianah, SH; Sobriyan Midarsyah, SH; Ir. Samsul Bahri, SH; Sri Lestari Kadariah, SH, MH; serta Mahardika, SH, MH menegaskan bahwa sertifikat tanah tidak hanya bersifat administratif.

 

 

Menurut mereka, sertifikat harus didukung oleh keberadaan objek tanah yang nyata, jelas, serta dapat diidentifikasi secara fisik di lapangan.

Sulastrianah menyatakan, penerbitan sertifikat tanpa objek fisik merupakan bentuk penyimpangan hukum yang serius, terlebih apabila kemudian dilegitimasi melalui putusan pengadilan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam kepastian hukum pertanahan di Indonesia.

 

 

“Jika sertifikat tanpa objek bisa dilegalkan melalui pengadilan, ini sangat berbahaya bagi kepastian hukum tanah. Masyarakat bisa sewaktu-waktu kehilangan tanahnya hanya karena selembar sertifikat yang tidak sesuai dengan fakta lapangan,” tegas Sulastrianah, Kamis (12/2/2026).

 

 

Ia juga mempertanyakan alasan perkara tersebut tetap dipaksakan, meski masih terdapat upaya hukum yang sedang berjalan. Padahal, sertifikat tanpa objek fisik atau yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, menurutnya, tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk melakukan eksekusi maupun penggusuran terhadap tanah milik warga.

 

 

Tim kuasa hukum mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengukuran tanah sebanyak dua kali. Seluruh hasil pengukuran tersebut telah diserahkan dalam proses perlawanan maupun dalam upaya peninjauan kembali (PK).

 

 

“Hasil pengukuran sudah dua kali kami serahkan, baik pada proses perlawanan maupun peninjauan kembali. Seharusnya sesama instansi negara saling menghargai hasil kerja masing-masing,” ujarnya.

 

 

Lebih lanjut dijelaskan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga telah melakukan pengukuran atas perintah Usman Komarudin. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa objek tanah yang diklaim dalam sertifikat tidak berada di lokasi yang disengketakan.

 

 

“Kemarin BPN mengukur atas perintah Pak Usman Komarudin, hasil ukurannya sudah jelas. Seharusnya sertifikat itu bukan di lokasi ini. Lalu kenapa Pengadilan Negeri seolah memaksakan?” ungkapnya.

 

 

Dalam kondisi tersebut, tim kuasa hukum menilai majelis hakim semestinya mempertimbangkan secara objektif seluruh bukti pengukuran lapangan sebelum mengeluarkan putusan. Namun faktanya, meski telah ada hasil ukur resmi, proses hukum tetap berjalan.

 

Tim kuasa hukum berharap aparat penegak hukum, lembaga peradilan, serta instansi pertanahan dapat bersikap profesional dan objektif agar tidak tercipta preseden buruk dalam penegakan hukum pertanahan di Indonesia pungkasnya

(Red)

Berita Terkait

Wakapolda Sumsel Hadiri Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Kolaborasi Generasi Muda
Dukung Proyek Strategis Nasional, Kapolda Sumsel Tekankan Transparansi dan Kepastian Hukum bagi Masyarakat
Silaturahmi di Mapolda Sumsel, Kapolda Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Elemen Masyarakat
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,44 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp20,56 Miliar Berhasil Dicegah
Perkuat Akuntabilitas dan Tata Kelola Keuangan Negara, Kapolda Sumsel Sambangi Kantor BPK Perwakilan Sumsel
Perkuat Pengawasan Proyek Strategis, Kapolda Sumsel Kunjungi Kantor BPKP Sumsel
Perkuat Sinergi Organisasi Kepemudaan, Polda Sumsel Gelar Audiensi Bersama PW GP Ansor Sumsel
Polda Sumsel Sambut Visitasi Komisi Informasi Publik, Perkuat Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:53

Seminar Kepemimpinan Gereja, Wabup Toba Beri Pesan Agar Gereja Menarik bagi Jemaat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:51

Festival Literasi Toba 2026 Resmi Dibuka, Bunda Literasi Kecamatan Dikukuhkan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:29

Pemkab Samosir Salurkan Alsintan kepada Kelompok Tani, Perluasan Lahan Bawang Putih Jadi Prioritas

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:12

Bupati Toba Sampaikan Sejumlah Proposal Saat Kunjungan BKSAP DPR RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:51

Marpangir 2026, Merawat Warisan Budaya Batak di Toba

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:47

DPC PIKI Samosir Dilantik, Bupati Vandiko Ajak Perkuat Sinergi dan Jaga Karakter Kekristenan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:17

Gubsu Respons Usulan Bupati Samosir, 6 Bus Perintis Gratis Diluncurkan melayani Antar-Jemput Pelajar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:50

Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Toba Optimalkan Portal Satu Data

Berita Terbaru