LSM TRINUSA Geruduk KPH Meranti Sekayu, Soroti Dugaan Pembiaran Sumur Minyak Ilegal di Hutan Kawasan Lubuk Bintialo

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 15:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MUBA,-kompaslink.com| Menindaklanjuti pemberitaan yang sempat viral terkait maraknya aktivitas sumur minyak ilegal (illegal drilling) di kawasan hutan Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batang Hari Leko, LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Meranti Sekayu, Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi tersebut, TRINUSA menyoroti keberadaan sumur minyak ilegal yang beroperasi di kawasan hutan dengan titik koordinat lat -2.540291 dan long 103.40575. Desa Lubuk Bintialo Kecamatan Batang hari Leko kabupaten Musi Banyuasin. Aktivitas ini dinilai bukan lagi rahasia umum, khususnya di wilayah Kecamatan Batang Hari Leko ada banyak tempat.

 

 

Orator aksi dari LSM TRINUSA, Iqbal, menegaskan bahwa praktik illegal drilling di kawasan hutan Musi Banyuasin telah berlangsung lama tanpa penindakan serius.

 

“Aktivitas sumur minyak ilegal di kawasan hutan ini sudah lama terjadi dan seolah dibiarkan. Di Batang Hari Leko jumlahnya tidak sedikit dan sebagian sudah beroperasi bertahun-tahun,” tegas Iqbal dalam orasinya.

 

Ia menantang pihak kehutanan untuk turun langsung ke lapangan guna membuktikan temuan tersebut. TRINUSA bahkan menyatakan siap mendampingi bersama awak media.

 

“Kalau Dinas Kehutanan ingin verifikasi ke lapangan, kami siap mendampingi. Lokasinya jelas dan kami tahu titiknya. Tinggal bagaimana keberanian dan keseriusan pihak KPH dalam menindaklanjuti. Apakah akan terus dibiarkan, padahal jelas merusak kawasan hutan dan lingkungan,” lanjutnya.

 

Dalam pernyataannya, TRINUSA juga menduga adanya pembiaran oleh KPH Wilayah Meranti Sekayu terhadap aktivitas ilegal tersebut. Mereka menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tidak ada langkah konkret pasca aksi ini.

 

Menanggapi tuntutan massa aksi, Kasi Kehutanan KPH Wilayah Meranti Sekayu, Herman, menyampaikan apresiasi atas kontrol sosial yang dilakukan LSM.

 

“Terima kasih kepada rekan-rekan LSM yang telah melakukan kontrol sosial di lapangan. Terkait tuntutan aksi, kami memerlukan data dan proses verifikasi. Jika ingin pengecekan lokasi bersama, kami perlu menyampaikan laporan dan mendapatkan instruksi dari pimpinan terlebih dahulu, mengingat Kepala KPH saat ini sedang tidak berada di tempat,” ujarnya.

 

Aksi ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap dugaan lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap praktik illegal drilling di kawasan hutan Musi Banyuasin yang berpotensi merusak lingkungan dan merugikan negara. (Tim)

Berita Terkait

Wujud Kepedulian, Polsek Sekayu Bantu Warga Terdampak Longsor Jalan Laskar Jimbun
Satpolairud Polres Muba Hadir di Tengah Musibah Longsor, Salurkan Bantuan untuk Warga
Diduga Dipicu Racun Nyamuk Bakar, Kebakaran Pondok di Muba Tewaskan Ayah dan Anak
LSM TRINUSA Geruduk Dinsos Muba, Dugaan Proyek mark up, Kejanggalan Uraian Pekerjaan dan klarifikasi tanpa tanda tangan pejabat Resmi
Polres Muba dan Forkopimda Sukses Gelar Apel Ikrar Implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025
Muba Jadi Titik Awal Penataan Besar Sumur Minyak Rakyat
Polda Sumsel Perkuat Tata Kelola Energi Nasional, Gubernur H. Herman Deru Launching Sumur Minyak di Muba
Kasdam II/Sriwijaya Dampingi Gubernur Sumsel Apel Ikrar Bersama di Musi Banyuasin : Tegakkan Aturan Energi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:49

Bangun Pati Kembali, Warga & Keluarga Mendoakan Bupati Pati Non Aktif Sudewo Bebas

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29

Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

Senin, 15 Juni 2026 - 12:27

Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur

Senin, 15 Juni 2026 - 12:25

Menteri Nusron Ingin Target PTSL Tahun 2027 Ditambah untuk Perluas Kepastian Hukum bagi Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 12:24

Bahas Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027 dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp10 Triliun

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:50

Ambil Sumpah/Janji 1.322 PNS Baru, Wamen Ossy: Awal Mulainya Tanggung Jawab ASN

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:47

Kementerian ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pengamanan Aset untuk Pulihkan Hak Korban dan Kerugian Negara

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:45

Politeknik Agraria STPN Tawarkan Program Studi Khusus di Bidang Agraria, Pertanahan, dan Tata Ruang

Berita Terbaru