“Ferdinan Ditangguhkan, Dugaan Penggelapan Emas Jadi Sorotan Keluarga dan Hukum”

- Penulis

Minggu, 28 Desember 2025 - 02:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, KOMPASLINK.COM
Ferdinan melalui kuasa hukumnya, Amril, ST SH.MH, menggelar konferensi pers di Jalan Pandawa Ilir Timur II, Lemabang, Palembang, Sabtu (27/12/2025).

Konferensi pers ini digelar untuk menanggapi video yang beredar di media sosial Instagram, di mana keluarga korban menyatakan kekecewaannya atas penangguhan penahanan Ferdinan, pelaku penusukan anak korban.

Amril menjelaskan, perselisihan bermula antara Ferdinan dengan Deri Iriansyah, anak korban, di rumah Ferdinan. “Saat itu, klien kami kehilangan kontrol emosi sehingga terjadi penusukan. Pihak korban kemudian membuat laporan ke Polsek Ilir Barat I pada hari yang sama, dan klien kami langsung ditahan,” kata Amril.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ferdinan sempat ditahan sekitar 20 hari sebelum diajukan penangguhan. Penangguhan penahanan baru berlaku sekitar 3–4 hari terakhir.

Amril menegaskan, penangguhan penahanan Ferdinan telah sesuai prosedur hukum. “Sesuai Pasal 31 KUHAP, penangguhan dapat diajukan oleh tersangka atau kuasanya. Tujuan penangguhan adalah membuka ruang musyawarah kekeluargaan antara korban dan pelaku,” jelas Amril.

Ia juga mengapresiasi kinerja Polsek Ilir Barat I. “Pihak kepolisian sudah profesional dan sesuai SOP. Mereka memberi kesempatan untuk bermusyawarah, karena perdamaian adalah panglima hukum tertinggi di Indonesia,” tambah Amril.

Sebelum penangguhan, pihak keluarga Ferdinan telah berupaya menemui ibu korban, Linda, di rumahnya. “Kami diterima baik dan dijanjikan kabar pada akhir pekan, namun kabar itu tidak muncul. Akhirnya pihak korban menunjuk kuasa hukum,” jelas Amril.

Setelah penangguhan, pihak Ferdinan kembali berusaha melakukan mediasi melalui Polsek IB 1, tetapi tidak berhasil bertemu pihak korban. Amril menegaskan, pihaknya tetap menghormati hak korban untuk menempuh jalur hukum.

Selain kasus penusukan, muncul masalah hukum baru terkait dugaan penggelapan emas milik ibu Dian, yang diduga digunakan untuk biaya pengobatan. “Kami sudah menyatakan biaya pengobatan akan diganti sepenuhnya melalui prosedur yang benar, bukan dengan mengambil atau menggelapkan emas. Proses hukum akan diserahkan kepada pihak kepolisian, dan kami berharap pihak terlapor kooperatif,” kata Amril.

Ibu Dian, selaku pemilik emas, menegaskan akan tetap menempuh jalur hukum. “Emas ini adalah milik saya. Saya sudah menanyakan beberapa kali, tetapi belum dikembalikan. Dugaan penggelapan akan tetap saya proses melalui Polsek Ilir Barat I. Semua pihak diharapkan kooperatif agar masalah ini diselesaikan sesuai hukum,” ujar ibu Dian.

Terkait laporan dari anak korban lain, Tomek atau Tomi, Amril menegaskan, proses hukum tetap berjalan. “Jika pihak korban ingin berdamai kembali, kami siap memfasilitasi. Namun terkait tuduhan adanya keterlibatan pihak eksternal atau anggota dewan, kami tegaskan: buktikan dulu tuduhannya. Tidak ada intervensi atau campur tangan dari pihak manapun. Ini murni masalah keluarga yang akan diselesaikan secara profesional,” kata Amril.

Amril menekankan, kasus ini pada dasarnya adalah perselisihan keluarga yang seharusnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami berharap tidak ada pihak yang menunggangi kasus ini. Ferdinand dikenal luas di Palembang, dan banyak yang ingin menjatuhkan namanya. Mari fokus pada penyelesaian masalah keluarga ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, laporan ibu Dian tetap akan diproses sesuai hukum, termasuk laporan yang dibuat pada 9 Desember 2025. “Kami membuka ruang 24 jam untuk upaya perdamaian. Termasuk jika ada biaya pengobatan atau laporan hukum, semua akan diselesaikan secara kooperatif,” kata Amril.

Berita Terkait

Dukung Program Presisi, Polda Sumsel Kembalikan Ratusan Kendaraan Curian kepada Pemilik Sah
Gerebek Lorong Kenari Ilir Timur II, Polisi Amankan Pengedar Sabu yang Coba Singkirkan Barang Bukti
Karo SDM Polda Sumsel Tinjau Lokasi Bedah Rumah dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Silahturahmi dan sosialisasi pengaduan Online QR Code Kolaborasi Bid Propam Polda Sumsel & UIN Rafah Palembang
Tak Hanya Administrasi, Audit Itdam II/Swj Pastikan Program Jembatan Perintis & Cetak Sawah Korem 044/Gapo Tepat Sasaran
Tingkatkan Pelayanan Publik, Kapolda Sumsel Evaluasi Menyeluruh SDM Polri
Kapolda Sumsel Pastikan Paskah Aman dan Kondusif, 2.671 Personel Kawal 404 Gereja
Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Rangkaian Ibadah Paskah 2026 di Gereja Santo Yoseph Palembang

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:05

Tim Elang Musi Polres Musi Rawas Kembali Bergerak, Pengedar Sabu 16 Paket di BTS Ulu Ditangkap Tangan

Minggu, 19 April 2026 - 16:51

Satresnarkoba Polres OKI Gerak Berdasar Laporan Warga, Pengedar Sabu 19 Tahun di Desa Lubuk Seberuk Dibekuk

Minggu, 19 April 2026 - 16:47

Polrestabes Palembang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Kalidoni, Amankan 10,17 Gram Narkotika

Minggu, 19 April 2026 - 16:41

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu di Banyuasin, Satu Pengedar Tak Berkutik Ditangkap

Minggu, 19 April 2026 - 12:27

Pererat Sinergi Antar Daerah, Wabup Samosir Hadiri Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun

Minggu, 19 April 2026 - 04:19

Strategi Presisi Polda Sumsel: 163 Tersangka Narkoba Diringkus dalam 18 Hari Operasi Masif

Minggu, 19 April 2026 - 04:09

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dan Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu Hadiri Pengukuhan Jerry Simangunsong sebagai Ketua Umum Raja Sonak Malela

Sabtu, 18 April 2026 - 17:03

Sinergi Lintas Sektoral, Satresnarkoba Polrestabes Palembang Gelar Razia Gabungan di Lapas Pakjo

Berita Terbaru