PALEMBANG, Kompaslink.com|
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan Advokasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Gedung Dharma Wanita, Jalan Rajawali, Palembang, Rabu (3/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemahaman, kapasitas, dan komitmen para pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.
Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan empat Driver PUG tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta anggota Kelompok Kerja (Pokja) PUG di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala DPPPA Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Zaky Aslam, S.IP., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan implementasi Pengarusutamaan Gender membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.
Menurutnya, tema kegiatan “Penguatan Komitmen dan Kapasitas 4 Driver dan Seluruh Anggota Pokja PUG untuk Pembangunan yang Setara dan Berkelanjutan” merupakan momentum penting untuk memperkuat peran para penggerak PUG dalam menyusun dan mengawal kebijakan yang responsif gender.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap lini pembangunan di Sumatera Selatan memperhatikan aspek kesetaraan gender. Dengan memperkuat kapasitas para driver dan anggota Pokja, kami berharap kebijakan yang disusun ke depan benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara luas,” ujar Zaky.
Ia menambahkan, pengarusutamaan gender bukan hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, melainkan harus menjadi bagian integral dalam seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.
Melalui kegiatan advokasi ini, para peserta diharapkan mampu mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam mengawal berbagai program pembangunan yang berperspektif gender. Dengan demikian, tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan dapat terwujud demi kesejahteraan seluruh masyarakat Sumatera Selatan.
Editor: Epi Riyani.











