Mantan Napi Terorris di Sumsel Mengajak Masyarakat Jangan Terpengaruh Dengan Paham Radikal

- Penulis

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang -Kompaslink.com
Herli Ispranko Alias Hamza (45) Eks Napi Terroris (Mantan Napiter), yang sudah lama membaur baik di masyarakat, sejak ia dinyatakan bebas beberapa tahun yang lalu bersama Direktorat Intelkam Polda Sumsel, Sabtu (18/05/24), mengigatkan kepada masyarakat khususnya mansyakat Sumateta Selatan (Sumsel) untuk berhati – hati, agar jangan sampai terpapar / terpengaruh dengan paham-paham radikalisme yang membuat kita bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat dijumpai di rumahnya di Kecamatan Gandus Palembang, ramah dan murah senyum saat bicara kepada tamu yang datang dan bersilaturahmi termaksud Personil Direktorat Intelkam Polda Sumsel.

Heri Ispranko yang kegiatan sehari-hari Nukang ini mengatakan kepada awak media bicara radikalisme, kalau di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu melanggar hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika melakukan tindakan radikalisme, berarti menganggu atau menyusahkan khal layak ramai atau masyarakat. Maka kita berusaha supaya, tindakan radikal ini kita hentikan. Kita minimalisir, jangan sampai berkembang di dalam masyarakat,”ucapnya.

Sebab ditegaskan Hamzah, setelah radikal, biasanya tindak selanjutnya terorisme. Itu yang ia coba, agar radikalisme ini jangan sampai tumbuh di NKRI.

“Untuk di Sumsel sendiri, radikalisme ini tidak terlalu besar sepengetahuan kami. Karena kita selalu mengikuti perkembangan teman – teman yang masih terlibat dalam jaringan terorisme,”ucapnya.

“Jadi ketika ada seruan – seruan untuk ikut berjihad, nah itu masyarakat perlu waspada. Jangan sampai kita, mudah mengikuti apa yang disampaikan para penyebar kabar tersebut. Bisa jadi, itu sekedar propaganda yang mengajarkan kita, untuk melakukan tindak radikal dan terorisme,” pesannya.

Sebagai eks napiter, Hamza menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak mudah mengikuti paham tertentu, terutama paham jihad fisabililah yang membuat kita bertentangan dengan hukum NKRI, sebagai warga negara Republik Indonesia maka wajib bagi kita untuk bertoleransi sesama agama dan menjunjung tinggi NKRI, NKRI harga mati.

“Karena bila tidak hati – hati, bisa membuat kita salah dalam melangkah. Dengan jihad fisabililah tujuannya, kita mengharap rido dan pahala dari Allah SWT. Tapi bisa jadi, kita salah dalam mengaplikasikannya. Justru berbuat dosa dan kerusakan. Sehingga tidak salah, apabila meminta pendapat dahulu dari para ulama, atau ustad yang lebih mengetahui,”pungkasnya.

Pewarta:Rudi Hartono. M

Berita Terkait

Polda Sumsel Perkuat Transformasi SDM Polri melalui Peningkatan Kemampuan Asesor
Polwan Polda Sumsel Bagikan 1.000 Masker dan Bunga Peduli Dampak Karhutla
PMPB SUMSEL BERIKAN BANTUAN KEPADA KELUARGA TIGA SISWA SDN 141 PALEMBANG YANG TENGGELAM DI DERMAGA 7 ULU
Kasdam II/Swj Kunjungi Yonarmed 15/Cailendra, Cek Kesiapan Satuan
Polda Sumsel-Kejati Sumsel Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas
Polisi Tangkap Pemuda Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Palembang
Hadapi Karhutla dan Asap Lintas Batas, Tony Saputra Dorong Polri Perkuat Collaborative Policing 
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Polda Sumsel Instruksikan Penyidik Bergerak Sejak Awal

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 04:52

Polda Sumsel Perkuat Transformasi SDM Polri melalui Peningkatan Kemampuan Asesor

Rabu, 2 September 2026 - 02:18

Polwan Polda Sumsel Bagikan 1.000 Masker dan Bunga Peduli Dampak Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 16:55

Kasdam II/Swj Kunjungi Yonarmed 15/Cailendra, Cek Kesiapan Satuan

Selasa, 1 September 2026 - 16:46

Polda Sumsel-Kejati Sumsel Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas

Selasa, 1 September 2026 - 16:41

Polisi Tangkap Pemuda Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Palembang

Selasa, 1 September 2026 - 06:20

Hadapi Karhutla dan Asap Lintas Batas, Tony Saputra Dorong Polri Perkuat Collaborative Policing 

Selasa, 1 September 2026 - 01:19

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Polda Sumsel Instruksikan Penyidik Bergerak Sejak Awal

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Tanamkan Cinta Sejak Dini, RA Baitul Hannan Deklarasikan Implementasi KBC

Berita Terbaru