BANYUASIN, –kompaslink.com|
Seorang warga Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, nyaris kehilangan nyawanya setelah menjadi korban penusukan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman setempat pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa tersebut terjadi di lokasi pengepul buah milik Jari yang berada di Jalan Inpres, Desa Air Kumbang Bakti, RT 08 RW 02, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat terjadi perselisihan antara seorang warga bernama Udin dengan sekelompok orang yang diduga merupakan preman setempat. Saat itu korban berusaha melerai dan memisahkan kedua belah pihak agar keributan tidak semakin membesar.
Namun situasi justru semakin memanas hingga berujung pada pengeroyokan terhadap Udin oleh rombongan tersebut.
Korban menuturkan, salah satu pelaku yang diketahui bernama Badarudin sempat melontarkan kalimat bernada ancaman dengan mengatakan, “Kau ngetop ya.”
Tak lama kemudian, pelaku utama yang disebut bernama Badar diduga langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam secara membabi buta. Korban mengaku menerima sembilan kali serangan tusukan yang diarahkan ke tubuhnya.
“Saya berusaha bertahan dan menangkis setiap serangan. Alhamdulillah, dari sembilan kali tusukan yang diarahkan ke saya, hanya dua yang mengenai tubuh. Selebihnya berhasil saya tangkis dan hindari,” ungkap korban.
Tidak hanya mengalami penusukan, korban juga mengaku dipukul menggunakan helm oleh salah satu anggota rombongan. Bahkan, seorang pria lain yang mengenakan helm terlihat mengambil senjata tajam jenis golok dan diduga berniat melakukan serangan tambahan.
Korban menyebut jumlah orang yang terlibat dalam aksi pengeroyokan dan penyerangan tersebut sekitar delapan orang. Selain pelaku utama penusukan, terdapat beberapa orang lain yang diduga ikut melakukan pemukulan, pengejaran, serta memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan tersebut.
Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan lokasi kejadian. Namun, para pelaku disebut masih terus mengejar menggunakan sepeda motor.
“Saya terus berlari untuk menyelamatkan diri. Mereka sempat mengejar menggunakan motor, tetapi saya akhirnya berhasil lolos dan mendapatkan pertolongan,” katanya.
Peristiwa tersebut diketahui dan disaksikan langsung oleh beberapa saksi, di antaranya Edi, Alan, dan Hengki.
Atas kejadian yang dialaminya, korban mengaku telah membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian dan berharap seluruh pelaku yang terlibat dapat segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Saya berharap seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku penusukan, pemukulan, yang membawa senjata tajam, maupun yang ikut mengejar, dapat ditangkap dan diproses secara tegas, adil, dan tuntas agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat,” tegas korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih dimintai konfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
(Red)











