Palembang — KOMPASLINK.com
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-61 tahun 2025 berlangsung dengan nuansa kesederhanaan dan keprihatinan. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Membangun Indonesia Maju”, seluruh struktur Partai Golkar — mulai dari DPP, DPD, DPW, DPC hingga PAC di seluruh Indonesia — menggelar doa bersama serentak tanpa adanya hiburan maupun pesta.
Instruksi nasional ini disampaikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, agar peringatan HUT Golkar tahun ini difokuskan pada doa, solidaritas, serta kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana alam di berbagai daerah.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melalui sambungan virtual menegaskan kembali pentingnya membangun koalisi permanen jangka panjang guna memperkuat stabilitas politik dan pembangunan nasional. Bahlil menilai, situasi geopolitik dan tantangan ekonomi global membutuhkan konsolidasi politik yang lebih solid, sehingga partai-partai besar harus mampu merumuskan arah baru politik Indonesia yang lebih stabil dan berkesinambungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyinggung perlunya melakukan penataan ulang sistem politik agar lebih efektif dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi Partai Golkar, H. Yustin Kurniawan Zendrato, SE., MM, menegaskan bahwa HUT Golkar tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat empati sosial.
“Di momen yang sangat indah ini, kita sadar bahwa saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana di berbagai wilayah membawa duka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi Partai Golkar,” ujar Yustin.
Ia menambahkan, doa bersama menjadi bentuk kepedulian Partai Golkar terhadap korban bencana dan sekaligus pengingat pentingnya kebersamaan bangsa dalam menghadapi tantangan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diramaikan dengan berbagai kegiatan, peringatan HUT ke-61 ini digelar sederhana. Seluruh jajaran Golkar, termasuk kader di Palembang, memusatkan kegiatan pada doa bersama dan refleksi internal tentang arah perjuangan politik partai ke depan.
Instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar tidak ada pesta maupun keramaian menjadi landasan utama format peringatan tahun ini. Menurut Yustin, hal ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap situasi nasional, terutama menyangkut bencana alam yang menimpa masyarakat.
Di tengah dinamika politik nasional, Partai Golkar diharapkan tetap menjadi kekuatan penopang stabilitas pemerintahan dan pembangunan. Tema “Merajut Kebersamaan, Membangun Indonesia Maju” menjadi penegasan bahwa Golkar ingin hadir sebagai perekat persatuan bangsa dan motor penggerak kemajuan nasional.
Di Palembang, kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dengan kehadiran kader, pengurus, serta masyarakat yang ikut memberikan doa untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan rakyat.











