Banyuasin – Kompaslink.com-
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II digegerkan dengan kemunculan seekor ikan Paus di perairan dekat dermaga, pada. sekitar pukul 20.00 WIB, Senin Malam, (29/06/2026)
Paus berukuran sekitar 12 meter itu terlihat berenang di area perkampungan nelayan Desa Sungsang IV kecamatan Banyuasin II kabupaten Banyuasin.
Ratusan warga dari berbagai desa langsung berbondong-bondong ke lokasi kejadian untuk melihat dari dekat. Suasana heboh bercampur takut.
“Kami seumur hidup baru lihat Paus sedekat ini. Biasanya di tengah laut. tadi muncul pas selesai sholat isya,” kata salah satu warga Desa Sungsang IV.
warga setempat langsung berusaha untuk mengusir atau melepaskan ikan Paus dengan kayu dan peralatan seadanya dikarenakan ikan paus tidak bisa terlepas dari banyak nya tiang penyangga, akhirnya ikan paus tersebut di ikat ekornya untuk sementara waktu, sampai menunggu evakuasi atau ada arahan baik dari pemerintah maupun pihak yang berwajib.
Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin II, Bripka M.Zulkarnain,SH, mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap berhati-hati. “Jangan ada yang coba menangkap, ini binatang dilindungi. Biarkan dia kembali ke habitatnya,” pesannya.
sementara itu Camat Banyuasin II, Ahmad Riduan, mengatakan paus tersebut pertama kali ditemukan pada Senin (29/6) malam. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, paus itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 12 meter, lebar sekitar 1 meter, dengan berat mencapai kurang lebih 2 ton.
“Semalam kami menemukan seekor paus dengan panjang sekitar 12 meter, lebar sekitar 1 meter, dan berat diperkirakan sekitar 7 ton. Saat ditemukan kondisinya sudah mati, diduga karena terhimpit balok di bawah jembatan,” ungkap Ahmad Riduan.
Ia mengatakan, sejak kabar penemuan paus menyebar, ratusan warga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan secara langsung bangkai mamalia laut tersebut. Aparat kecamatan bersama pihak terkait juga terus memantau aktivitas masyarakat agar tetap aman.
“Selama puluhan tahun, baru kali ini ada penampakan paus yang terdampar di wilayah Sungsang. Tentu ini menjadi perhatian dan rasa penasaran masyarakat,” katanya.
Hingga Selasa siang, proses evakuasi bangkai paus masih berlangsung. Warga bersama pihak terkait berupaya mengangkat bangkai paus dari lokasi terdampar, sementara penyebab pasti kematian mamalia laut tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
(Red)











