MUSI BANYUASIN,-kompaslink.com|
Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin bersama PT PN Area 4 Regional 7 Unit TASA serta masyarakat Desa Tanjung Agung Barat, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, membangun jembatan penghubung antara Dusun 2 dan Dusun 3 di desa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong selama kurang lebih sepekan, mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Sumatera Selatan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan akses infrastruktur bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, SH, SIK, MIK menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut melibatkan personel Polres Muba, tim teknis dari PT PN Area 4 Regional 7 Unit TASA, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Menurut Kapolres, pembangunan jembatan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses transportasi antar dusun yang sebelumnya cukup sulit dilalui.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya untuk mempermudah akses transportasi warga. Ini merupakan jembatan kedua yang kita bangun setelah di wilayah Bayung Lencir, dan ke depan masih ada beberapa lokasi lain yang akan kita bantu,” ujar Kapolres.
Jembatan yang dibangun memiliki bentang sepanjang 7,5 meter dengan lebar 1,5 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 6 meter. Jembatan tersebut dirancang mampu menahan beban sekitar 1 hingga 2 ton, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk mengangkut hasil pertanian.
Secara geografis, jembatan tersebut berada di titik koordinat -2°58’51,309″S 104°7’52,893″E, yang menjadi jalur penting penghubung antara Dusun 2 dan Dusun 3 di Desa Tanjung Agung Barat.
Dalam proses pembangunannya, dukungan material utama berasal dari PT PN Area 4 Regional 7 Betung Unit TASA berupa bantuan material besi senilai sekitar Rp25 juta. Sementara itu, personel Polri juga turut berpartisipasi dengan kontribusi sebesar Rp5 juta, sehingga total nilai pembangunan jembatan mencapai sekitar Rp30 juta.
Tim pembangunan terdiri dari gabungan personel Polri dan tenaga teknis dari pihak perusahaan yang bekerja bersama masyarakat setempat hingga jembatan tersebut rampung dibangun.
Saat ini, jembatan tersebut telah dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sarana penyeberangan sekaligus akses transportasi antar dusun. Kehadiran jembatan ini pun mendapat apresiasi dari warga karena dinilai sangat membantu mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Kapolres Muba berharap pembangunan infrastruktur sederhana seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara Polri, pihak perusahaan, dan masyarakat.
“Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi contoh kolaborasi positif dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi warga,” pungkasnya.
(Rudi Hartono.m)









