PALEMBANG, KOMPASLINK.com —
Di tengah gempuran produk kopi instan dan dominasi merek besar, kopi lokal asal Sumatera Selatan masih memiliki tempat tersendiri di kalangan penikmat kopi. Salah satunya adalah Kopi Bubuk Asli Semendo “828”, produk UMKM yang konsisten mengangkat kualitas kopi robusta Semendo dengan cita rasa khas dan aroma yang kuat.
Pemilik Kopi Bubuk Asli Semendo “828”, Muhammad Rizki, mengatakan bahwa kopi Semendo memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kopi dari daerah lain. Menurut dia, kekuatan rasa dan keharuman alami menjadi identitas yang harus dijaga agar tidak hilang oleh proses produksi yang tidak tepat.
“Kami menjaga agar kopi Semendo ini tetap jujur rasanya. Tidak dicampur bahan lain dan tetap mempertahankan kualitas biji kopi dari petani,” ujar Rizki saat diwawancarai, Senin (22/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rizki menjelaskan, Kopi Bubuk Asli Semendo “828” diproduksi dengan memperhatikan standar legalitas dan keamanan pangan. Produk ini telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), izin P-IRT, serta sertifikasi halal sebagai bentuk komitmen terhadap kepercayaan konsumen.
“Legalitas itu penting, bukan hanya untuk usaha, tapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengonsumsi produk kami,” katanya.
Kopi Bubuk Asli Semendo “828” tersedia dalam berbagai pilihan kemasan, mulai dari 100 gram hingga 1.000 gram, untuk memenuhi kebutuhan konsumen eceran maupun grosir. Selain itu, usaha ini juga membuka peluang kemitraan bagi reseller sebagai upaya memperluas pemasaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.
Di tengah tren minum kopi yang terus meningkat, Rizki menilai kopi lokal seharusnya mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Ia berharap dukungan masyarakat dan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat posisi kopi Sumatera Selatan di pasar nasional.
“Potensi kopi Sumsel sangat besar. Tinggal bagaimana kita konsisten menjaga kualitas dan membangun kepercayaan konsumen,” ucapnya.
Ke depan, Rizki berkomitmen terus mengembangkan Kopi Bubuk Asli Semendo “828” tanpa meninggalkan nilai lokalitas. Baginya, kopi bukan sekadar komoditas, tetapi juga identitas daerah dan wujud penghargaan terhadap kerja keras para petani kopi.











