Palembang, Kompaslink.com —
Aksi kemanusiaan yang digelar Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan (FCSS) dalam rangka membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mencapai puncaknya pada hari ketiga, Senin (1/12/2025). Penggalangan dana dilakukan melalui dua titik keramaian di Kota Palembang, yaitu Simpang Lima DPRD Provinsi pada pagi hari dan Simpang Empat Polda Sumsel pada sore hari.
Berdasarkan data resmi panitia, total donasi yang terkumpul hari ini mencapai Rp 2.137.000 (dua juta seratus tiga puluh tujuh ribu rupiah). Seluruh dana akan didistribusikan kepada korban bencana di tiga provinsi terdampak.
Ketua Umum DPP Forum Cakar Sriwijaya Indonesia, Geri Ari Wijaya, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh relawan yang tetap konsisten berada di lapangan sejak hari pertama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, hari ini seluruh tim dari PAC, Gandus, DPP, dan DPC standby tanpa kendala. Aksi berjalan mulus. Harapan kami, semakin banyak bantuan yang dapat dikirim untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumbar, dan Sumut,” ujar Geri saat ditemui di Simpang Lima DPRD Provinsi.
Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen organisasi untuk hadir dalam situasi kedaruratan.
Ketua Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang, Edi Medan, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat Sumsel menjadi dorongan besar bagi ormas untuk terus bergerak.
“Alhamdulillah, warga Sumsel sangat antusias. Solidaritas mereka luar biasa. Kami sedang merencanakan pemberangkatan tim ke Sibolga dan Padang untuk memastikan bantuan tersalurkan secara langsung,” kata Edi.
Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan koordinasi resmi dengan Pemerintah Kota Palembang sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus memperkuat jalur distribusi bantuan.
Dalam tiga hari pelaksanaan, sejumlah komunitas masyarakat termasuk kelompok ojek online turut serta mendukung aksi yang digagas FCSS. Kehadiran mereka menambah semangat dan memperluas jangkauan penggalangan dana.
FCSS menilai kolaborasi lintas elemen menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masyarakat Sumatera Selatan tetap tinggi ketika bencana melanda sebagian wilayah Indonesia.
Meski aksi lapangan hari ini menutup rangkaian penggalangan dana tiga hari, Forum Cakar Sriwijaya menegaskan bahwa saluran bantuan tetap dibuka melalui posko resmi organisasi. Seluruh donasi akan dikelola secara transparan hingga tiba di wilayah terdampak bencana.
Aksi “Pray For Bumi Pertiwi” yang digerakkan FCSS kembali menegaskan bahwa semangat persatuan dan kemanusiaan menjadi kekuatan masyarakat Palembang dalam menghadapi situasi darurat di tanah air.











