LPBI NU Bergerak Cepat! Relawan Dikerahkan ke Wilayah Bencana di Indonesia

- Penulis

Kamis, 30 Januari 2025 - 07:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

B.Lampung,KOMPASLINK.COM
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU) terus bergerak cepat dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa daerah di Indonesia. Wakil Ketua LPBI NU, H. Maskut Candranegara, menyampaikan bahwa relawan telah dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak, termasuk Pekalongan, Pasuruan, dan Bandar Lampung. Kamis (30/1/25).

Menurut H. Maskut, penanganan bencana yang dilakukan LPBI NU selalu bersinergi dengan instansi pemerintah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta organisasi masyarakat lainnya. “Kami turun bersama BPBD, BNPB, dan berbagai pihak lainnya. Relawan kami langsung bergerak membantu evakuasi, distribusi logistik, hingga mendirikan dapur umum sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Dari laporan yang diterima LPBI NU, Pekalongan menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana tanah longsor. “Longsor memiliki durasi penanganan yang lebih panjang dibandingkan banjir. Selain evakuasi korban, kami juga harus menangani pemukiman yang tertimbun, relokasi warga, serta memastikan bantuan terus berjalan,” jelas H. Maskut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di Pasuruan dan Bandar Lampung, bencana yang terjadi adalah banjir. “Banjir memang menyebabkan kerugian besar, namun begitu surut, warga bisa segera kembali ke rumah mereka. Berbeda dengan longsor yang sering kali memaksa warga direlokasi,” tambahnya.

LPBI NU memiliki relawan yang telah mendapatkan pelatihan khusus bersertifikat dalam bidang kebencanaan. Pelatihan ini diberikan langsung oleh BNPB serta bekerja sama dengan Kementerian Sosial. “Kami selalu meng-update perkembangan dalam penanganan bencana untuk memastikan relawan memiliki keterampilan yang sesuai,” kata H. Maskut.

Dalam setiap misi kemanusiaan, LPBI NU mendirikan Posko NU Peduli sebagai pusat koordinasi dan distribusi bantuan. Relawan dikerahkan dalam sistem rotasi, di mana mereka bertugas selama tiga hari, namun ada yang bertahan hingga lima hari tergantung situasi. “Kami sadar bahwa para relawan ini bukan pekerja penuh waktu, mereka juga memiliki keluarga dan pekerjaan. Oleh karena itu, sistem rolling sangat penting,” tambahnya.

Dalam hal pendanaan dan distribusi bantuan, LPBI NU mendapat dukungan dari Lazismu, lembaga zakat, infak, dan sedekah Nahdlatul Ulama. Bantuan yang diberikan mencakup logistik seperti makanan, alat kebersihan, dan kebutuhan dapur umum, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.

“Relawan kami fokus pada tenaga dan distribusi bantuan, sementara sarana prasarana besar seperti alat berat tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun, kami siap jika diberikan fasilitas tambahan dan pelatihan lebih lanjut,” jelas H. Maskut.

LPBI NU terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan respon bencana lebih cepat dan tepat sasaran. Data yang digunakan dalam operasi di lapangan juga diperoleh dari BNPB dan BPBD setempat agar langkah-langkah yang diambil sesuai dengan kondisi nyata.

“Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. NU selalu hadir di tengah umat dalam situasi darurat, mengutamakan kerja sama dan gotong royong untuk kepentingan bersama,” tutup H. Maskut.Dengan langkah cepat dan strategi yang matang, LPBI NU terus menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana di Indonesia, memastikan setiap bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan. (Rill/Riela)

Berita Terkait

Polres Lampung Timur Amankan 2 Orang Tersangka Penyalahguna Narkotika
Polres Pesawaran Gelar Doa Bersama Serentak, Perkuat Iman dan Semangat Sambut Hari Bhayangkara ke-79
Jaga Kondusifitas Pasca PSU, Bhabinkamtibmas Polres Pesawaran Gencarkan “Cooling System”
Polres Pesawaran Tingkatkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas di Pagi Hari
Jaga Kondusifitas Pasca PSU, Bhabinkamtibmas Polres Pesawaran Gencarkan “Cooling System”
Kapolres Pesawaran Dampingi Dirpamobvit Polda Lampung Laksanakan Risk Assessment Objek Vital Hotel Emersia Jelang PSU 2025
Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang
Pentingnya Edukasi Sejak Dini, Polres Pesawaran Terima Kunjungan TK Darussalam Al-Rizky dalam Program Polisi Sahabat Anak

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:06

Miliki Cita-Cita Membangun Daerah Asal, Putra Papua Pilih Timba Ilmu di Politeknik Agraria STPN

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:04

Yuk, Kenalan sama Program Studi di Politeknik Agraria STPN

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:00

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Menteri Nusron: Jadi Momentum Hijrah Menuju Perbaikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:57

Menteri ATR/Kepala BPN: Kebijakan yang Baik Berawal dari Kesediaan Mendengar Aspirasi Masyarakat

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:27

Penerima Sertipikat Wakaf Apresiasi Komitmen ATR/BPN Berikan Kepastian Hukum

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:23

Kepala Kantor Pertanahan Purbalingga Hadiri Penyerahan Sertipikat Tanah Wakaf se-Jawa Tengah

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:22

Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:20

Kantor Pertanahan Purbalingga Gelar Sidang Panitia A dan Pemeriksaan Lapang Permohonan HGB di Desa Kebutuh

Berita Terbaru

Uncategorized

Yuk, Kenalan sama Program Studi di Politeknik Agraria STPN

Kamis, 18 Jun 2026 - 02:04