BANYUASIN — Kompaslink.com – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Sungsang II, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, kembali menjadi perhatian. Jalan di Lorong Salak, RT 012, Dusun 2, dilaporkan ambruk pada Kamis sore (5/11/2026), sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ambruknya jalan tersebut diduga dipicu kondisi konstruksi yang telah lama dibangun, ditambah faktor cuaca serta gerusan air pasang yang terus-menerus. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama terhadap keselamatan masyarakat yang melintas.
Ketua RT setempat, Kharisma (24), menjelaskan bahwa kondisi jalan memang sudah cukup lama dan diduga bagian besinya telah mengalami korosi atau berkarat.
”Jalan ini sudah lama dibangun. Diduga besinya sudah tua dan berkarat, ditambah hujan serta gerusan air pasang, sehingga akhirnya ambruk,” ungkap Kharisma.
Akibat kerusakan tersebut, jalan saat ini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini tentu berdampak terhadap mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, nelayan, serta warga yang mengandalkan akses jalan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), segera turun langsung meninjau lokasi dan mengambil langkah penanganan darurat guna mencegah kerusakan semakin meluas serta menghindari risiko kecelakaan.
Sementara itu, Kepala Desa Sungsang II, H. Alek Sander, S.IP., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran Dana Desa tahun 2026 menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan pembangunan maupun perbaikan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan di desanya.
”Dengan minimnya anggaran Dana Desa tahun 2026 ini, pembangunan jalan yang rusak maupun ambruk belum bisa terlaksana. Oleh karena itu, kami berharap kepada pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, agar segera membantu pembangunan dan perbaikan jalan yang rusak di desa kami,” ujar H. Alek Sander.
Persoalan ini menjadi perhatian penting mengingat jalan tersebut merupakan salah satu akses penunjang aktivitas masyarakat. Penanganan yang cepat sangat dibutuhkan agar mobilitas warga tidak semakin terganggu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan peninjauan dan mengupayakan perbaikan sesuai kewenangan serta ketersediaan anggaran, sehingga akses jalan di Lorong Salak dapat kembali digunakan dengan aman dan aktivitas warga berjalan normal.
(Hamkah)









