“Sumsel Berbangga! Guru SMA 16 Palembang Kalahkan Puluhan Peserta, Rebut Gelar Juara Nasional”

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 00:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG — KOMPASLINK.COM
Prestasi besar kembali lahir dari dunia pendidikan Sumatera Selatan. SMA Negeri 16 Palembang menorehkan sejarah baru setelah salah satu gurunya, M. Febriansyah Juaini, S.Pd.I, berhasil meraih Juara 1 Nasional Lomba Cipta Lagu Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama RI pada 30 November–3 Desember 2025.

Pengumuman prestasi ini disampaikan dalam Konferensi Pers Resmi yang digelar di Pempek Flamboyan, Jl. Radial Palembang, Rabu (3/12/2025). Hadir Kepala SMA Negeri 16 Palembang Dra. Hj. Ema Nurnisya Putri, MM, guru-guru, siswa, serta tim kreatif yang turut mendampingi proses hingga kemenangan.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 16 Palembang, Ema Nurnisya Putri, menyatakan rasa syukur yang mendalam dan menyebut prestasi tersebut sebagai momentum besar bagi sekolah dan provinsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prestasi ini sangat membanggakan. Kami merasa terhormat bahwa SMA Negeri 16 Palembang dapat kembali mengharumkan nama Sumatera Selatan. Terima kasih kepada Bapak H. Herman Deru yang selalu memberi motivasi, serta Kemenag Sumsel atas kesempatan luar biasa ini,” tegasnya.

Ema juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd, yang secara konsisten mendorong inovasi di sekolah-sekolah.

“Ibu Kadisdik selalu meminta agar sekolah tidak berhenti berkreasi. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa dukungan pemerintah berbuah hasil,” ujarnya.

Menjelang keberangkatan ke lomba nasional, pihak sekolah memberikan dukungan penuh kepada Febriansyah.

“Saat Pak Febri akan berangkat, kami mengadakan Yasinan bersama. Ada rasa gugup, tapi dukungan guru dan siswa membuat beliau lebih tenang, lebih percaya diri, dan siap tampil,” ungkap Ema.

Pihak sekolah menilai keberhasilan Febriansyah bukanlah hal yang tiba-tiba. Ia telah lama dikenal sebagai guru dengan talenta seni yang kuat.

“Beliau adalah guru yang berbakat. Sudah sering mewakili Kota Palembang dan tampil bahkan hingga tingkat nasional. Kami bangga memiliki guru seperti beliau,” tambahnya.

Dalam sesi wawancara, M. Febriansyah Juaini mengungkapkan bagaimana perjalanan panjangnya di dunia kompetisi musik religius.

“Saya sudah mengikuti lomba sejak 2018, dari kota, provinsi, hingga nasional. Sudah ratusan kompetisi saya ikuti. Namun lomba kali ini memberikan pengalaman berbeda,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa tantangan terbesar bukan pada teknis, tetapi pada mental ketika tampil secara langsung (live) di panggung nasional.

“Nervous pasti ada. Tapi semuanya dikalahkan oleh doa, ikhtiar, dan persiapan mental. Itu kunci utamanya,” tegasnya.

Febriansyah menyusun musik dan lirik dengan sangat serius. Untuk lomba kali ini, tema yang diberikan adalah “Lima Dimensi Cinta”.
Luar biasanya, lagu tersebut ia ciptakan hanya dalam dua jam, memadukan unsur islami dan aransemen bernuansa Arabic.

Untuk membawakan lagu karyanya, Febriansyah menggandeng penyanyi muda berbakat Safira Yolanda, muridnya sejak 2018.

“Karakter suara Safira sangat cocok. Kalau saya yang menyanyi, mungkin tidak sesuai dengan kriteria lomba. Jadi saya memilih penyanyi yang paling pas untuk membawakan pesan lagu,” jelasnya.

Safira sendiri mengaku bahwa karya-karya Febriansyah bukanlah musik yang mudah, namun ia merasa tertantang.

“Musiknya detail, penuh karakter. Tapi saya belajar banyak. Saya bangga bisa menjadi bagian dari kemenangan ini,” ujar Safira.

Selain musik, Safira juga dikenal memiliki beragam prestasi lain, mulai dari modeling, lomba vokal, hingga berbagai festival tingkat nasional.

Lagu yang membawa mereka juara ini memiliki lima pesan utama:

Cinta kepada Allah dan Rasul

Cinta menuntut ilmu

Cinta kepada sesama manusia

Cinta kepada alam semesta

Cinta kepada tanah air

Kelima nilai tersebut dirangkai dalam lirik yang kuat dan aransemen yang megah, membuat lagu ini unggul di antara peserta.

Peserta lomba sendiri berasal dari berbagai provinsi, termasuk:

DKI Jakarta

Jawa Tengah

Lampung

Sumatera Utara

Palembang – Sumatera Selatan

Mereka disaring menjadi 5 besar nasional, dan akhirnya Febriansyah menempati posisi juara pertama.

Meski belum ada apresiasi tambahan dari pemerintah provinsi, Febriansyah menyampaikan harapannya agar kompetisi semacam ini mendapat perhatian lebih.

“Ini ajang yang baik. Harapan kami pemerintah bisa memberi ruang lebih luas agar guru-guru di Sumsel dapat berkarya dan bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia juga mengajak para guru, musisi, serta insan kreatif di Sumsel untuk tidak ragu tampil dan berkarya.

“Jangan hanya bertahan di kota. Ayo menembus nasional. Harumkan nama daerah. Kalau kita konsisten, kemenangan akan datang pada waktunya,” tegasnya.

Safira memberikan pesan untuk generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya.

“Anak muda jangan terpaku pada opini negatif. Kita punya nilai (value) yang tidak dimiliki orang lain. Tetap kreatif, tetap produktif, dan jangan takut kalah,” katanya.

Febriansyah menambahkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses berkarya.

“Sebelum jadi juara, saya sering kalah. Tapi justru itu yang membentuk karakter. Kalah bukan alasan berhenti, tapi alasan untuk belajar,” ujarnya.

Kepala sekolah menegaskan bahwa prestasi ini bukan akhir, tetapi awal dari lahirnya talenta-talenta baru di SMA Negeri 16 Palembang.

“Insya Allah setelah ini akan muncul Pak Febri lainnya. Prestasi ini adalah bukti bahwa sekolah negeri mampu bersaing secara nasional. Kami akan terus mendorong inovasi dan kreativitas guru serta siswa,” tegas Ema.

Prestasi yang diraih Febriansyah bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi kemenangan bersama:

Kemenangan SMA Negeri 16 Palembang

Kemenangan Kota Palembang

Kemenangan Provinsi Sumatera Selatan

Karya, dedikasi, dan semangat berprestasi ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan Sumsel memiliki potensi besar untuk terus bersinar di panggung nasional.

Berita Terkait

Tanamkan Cinta Sejak Dini, RA Baitul Hannan Deklarasikan Implementasi KBC
Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla di Sumsel, Danrem 044/Gapo Sambut Kepala BNPB RI
Perkuat Mental dan Karakter Prajurit, Korem 044/Gapo Gelar Penyuluhan Binroh dan Bintalidjuang
Polda Sumsel Gandeng Peserta Didik STIK Edukasi 2.415 Warga Cegah Karhutla
Polda Sumsel Bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Tiga Korban Tenggelam di Sungai Musi
Polda Sumsel Perkuat Kemampuan Penyidik Tangani Perkara Karhutla
Kemarau Panjang, Warga Kampung sukosari Gelar Sholat Istisqa
Danrem 044/Gapo Lepas Kasad Usai Kunker di Sumatera Selatan

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Tanamkan Cinta Sejak Dini, RA Baitul Hannan Deklarasikan Implementasi KBC

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:55

Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla di Sumsel, Danrem 044/Gapo Sambut Kepala BNPB RI

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:52

Perkuat Mental dan Karakter Prajurit, Korem 044/Gapo Gelar Penyuluhan Binroh dan Bintalidjuang

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:43

Polda Sumsel Bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Tiga Korban Tenggelam di Sungai Musi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:37

Polda Sumsel Perkuat Kemampuan Penyidik Tangani Perkara Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:14

Kemarau Panjang, Warga Kampung sukosari Gelar Sholat Istisqa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:33

Danrem 044/Gapo Lepas Kasad Usai Kunker di Sumatera Selatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:23

Perkuat Literasi AI di Dunia Pendidikan, Polda Sumsel dan Google for Education Latih Guru Madrasah Sumsel

Berita Terbaru