PALEMBANG – Kompaslink.com –
Lahan kosong di Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, kini mulai disulap menjadi kawasan produktif melalui program Kebun Agro-TOGA dan Tanam Pangan Wana Asri yang digagas mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Kelompok 3.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut resmi diluncurkan pada Rabu (5/8/2026), sekaligus dirangkai dengan seminar edukasi mengenai tanaman obat keluarga (TOGA), pembibitan, serta pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC).
Program ini tidak sekadar menghadirkan kebun, tetapi menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Lurah Sungai Selayur, Arsun Sahadi, SE., M.Si., yang membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa KKN.
“Program ini bagus, dan kita rencanakan untuk menjadi Kampung Proklim (Program Kampung Iklim),” ujarnya.
Harapan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat dan berbagai unsur wilayah. Ketua RT 06, Ketua RT 34, pengurus PKK, warga, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKN turut hadir dalam kegiatan yang diikuti sebanyak 21 peserta.
Bukan Sekadar Kebun, Tapi Diproyeksikan Berkelanjutan Menariknya, mahasiswa KKN tidak hanya membangun kebun untuk memenuhi program kerja selama masa pengabdian. Mereka juga menyiapkan sistem keberlanjutan dengan membentuk kelompok Wana Asri Candradimuka.
Kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan kebun setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.
Mahasiswa KKN, Miftah Al Yudin, mengatakan keberadaan kelompok tersebut diharapkan membuat program yang telah dirintis bersama warga tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus.
“Kami berharap kebun ini tidak berhenti setelah masa KKN kami selesai. Melalui kelompok Wana Asri Candradimuka yang sudah dibentuk, warga bisa terus melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah kami rintis bersama,” ujarnya.
Warga Dapat Ilmu TOGA dan Pembuatan POC
Selain peresmian kebun, kegiatan juga diisi seminar yang menghadirkan dua pemateri, yakni Eko, Ketua RT 34 yang berpengalaman dalam pelatihan pembuatan POC di PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI), serta Arriyadillah, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 3.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai jenis tanaman obat keluarga, teknik pembibitan yang baik dan benar, hingga cara pembuatan dan pemanfaatan POC sebagai pupuk ramah lingkungan.
Kegiatan berlangsung interaktif sehingga masyarakat dapat memahami materi sekaligus memperoleh pengetahuan praktis yang bisa diterapkan dalam mengelola tanaman di lingkungan rumah maupun kebun bersama.
Salah seorang warga, Kastini, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang sekali ada kegiatan seperti ini, jadi tahu cara menanam dan merawat tanaman obat keluarga dengan benar. Semoga kebun ini bisa terus dijaga dan bermanfaat buat kami semua,” ungkapnya.
Langkah Awal Menuju Kampung Proklim
Kebun Agro-TOGA dan Tanam Pangan Wana Asri diharapkan menjadi contoh pemanfaatan lahan kosong yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Tidak hanya menghasilkan tanaman obat dan pangan, keberadaan kebun tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya gotong royong, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Dengan dukungan pemerintah kelurahan, PKK, RT, mahasiswa, dan masyarakat, program tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu langkah konkret Kelurahan Sungai Selayur menuju Kampung Proklim.
(Red)











