Polda Sumsel Mantapkan Langkah Mitigasi, Targetkan “Zero Karhutla” di 2026

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG –kompaslink.com| Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus memperkuat langkah mitigasi dan antisipasi dini guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polda Sumsel. Komitmen kuat untuk mewujudkan zero Karhutla pada tahun 2026 ini terus digaungkan, menyusul tren positif penurunan luasan lahan terdampak secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, menegaskan bahwa jajarannya tidak akan mengendurkan langkah antisipasi meski tren di lapangan menunjukkan perkembangan yang membaik. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada titik api baru yang membesar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Polda Sumsel siap melakukan upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan Karhutla secara terpadu. Ini adalah komitmen bulat dan wujud nyata kesiapan kita untuk mewujudkan zero Karhutla di wilayah Sumatera Selatan,” tegas Karoops.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa strategi penanganan Karhutla saat ini tidak hanya mengandalkan taktik konvensional, tetapi juga mengedepankan pemanfaatan teknologi modern.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, di samping menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) yang mumpuni dalam penanggulangan Karhutla, Polda Sumsel juga terus menguatkan deteksi dini dan monitoring, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pemantauan titik api atau hotspot secara real-time,” tambahnya.

Sebagai wujud nyata kesiapan operasional di lapangan, Polda Sumsel dan jajaran saat ini telah menyiagakan 1.415 personel. Ribuan personel ini dipersiapkan secara khusus untuk siaga penuh dan siap diterjunkan kapan saja guna mengantisipasi ancaman Karhutla dengan cepat dan taktis.

Berdasarkan pemetaan kerawanan terkini, personel dan pengawasan tersebut difokuskan pada sejumlah wilayah prioritas pencegahan, di antaranya Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, OKI, serta atensi khusus pada kawasan Muratara.

Tingginya potensi Karhutla di wilayah-wilayah tersebut dipicu oleh berbagai faktor kompleks. Mulai dari cuaca panas ekstrem dan kemarau panjang, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar, minimnya pemahaman masyarakat terkait sanksi hukum dan bahaya asap bagi kesehatan (ISPA), hingga adanya oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi.

Menghadapi tantangan tersebut, jajaran Polda Sumsel telah melakukan ribuan kegiatan mitigasi secara masif. Langkah ini dilakukan dengan pendekatan edukatif dan humanis melalui sosialisasi penyebaran maklumat, imbauan dialogis kepada warga desa, patroli Karhutla terpadu, hingga verifikasi titik panas langsung ke lokasi rill.

Langkah konkret antisipasi taktis ini juga terus diperkuat melalui soliditas pada level strategis. Sebagai representasi nyata sinergi lintas sektoral, Polda Sumsel turut mengambil peran sentral dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) di Griya Agung, Rabu (6/5/2026). Momentum apel gabungan ini menjadi penegasan bahwa penanggulangan Karhutla di Bumi Sriwijaya dilakukan secara terpadu dan satu komando, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Melalui pemetaan wilayah rawan yang akurat, pengerahan teknologi modern, kesiapan ribuan personel siaga, dukungan soliditas lintas instansi, serta edukasi hukum yang merangkul masyarakat, Polda Sumsel optimis ancaman Karhutla dapat diantisipasi secara maksimal. Menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama; mari kita bersinergi, Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae.

(Red)

Berita Terkait

Tingkatkan Sinergitas dengan Pemerintah Pusat, Bupati Samosir Audiensi dengan Wamenkes RI; Usulkan Pembangunan Sarana Kesehatan
Rapat Paripurna Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD Toba Ditandatangani 
Lapangan Sisinga Mangaraja Parsoburan Kibarkan Bendera Merah Putih 
Festival Tao Toba Joujou 2026 Sukses, Transaksi Digital Tembus 6 Miliar
Pemerintah Desa Jago Gelar Lomba Gerak Jalan Tingkat Pelajar, Tanamkan Semangat Nasionalisme Dan Bangun Desa Menuju Visi SOLAH
Keempat Kalinya Digelar di Samosir, Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dimulai, Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
Kepala OJK Sumut Resmi Berganti, Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sepakat, Bupati Samosir Bersama DPRD Tetapkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Perda tentang Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:40

Kap Opsda Aman Nusa II Tekankan Kecepatan Tangani Karhutla di OKI

Selasa, 20 Januari 2026 - 23:50

Inisiatif Pengelolaan Lahan 4.000 Hektare di OKI: Kolaborasi Tiga Pilar untuk Pembangunan Berkelanjutan OKI, Sumsel

Senin, 8 September 2025 - 17:49

282 Personel Gabungan Amankan Aksi Damai Warga Pematang Panggang di PN Kayuagung

Selasa, 2 September 2025 - 18:30

Kapolres OKI Beri Kejutan Ucapan Selamat HUT Kejaksaan RI ke-80

Selasa, 8 Juli 2025 - 08:57

Oknum Kades Burnai Timur (Ys) Diduga Gelapkan Dana Desa Tahun 2024 Untuk Rehabilitasi Pasar Kios Milik Desa

Kamis, 19 Juni 2025 - 06:38

POLRES OKI UNGKAP KASUS PENGANCAMAN MENGGUNAKAN SENJATA API RAKITAN DI AREA KEBUN PT.PSM

Jumat, 6 Desember 2024 - 16:11

Cegah Tawuran dan Balap Liar, Polsek SP. Padang Sosialisasi di Tiga Sekolah

Jumat, 19 Juli 2024 - 17:24

Kodim 0402/OKI Adakan Silaturahmi Bersama Mitra Perusahaan

Berita Terbaru