Ketidakpedulian Diduga Picu Memburuknya Drainase di RW 09 Kemang Agung

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 18:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Palembang,-kompaslink.com|

Kondisi saluran drainase di wilayah RW 09 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang kini semakin memprihatinkan dan terasa semakin parah dari hari ke hari. Masalah ini bukan lagi hal baru yang terjadi dalam hitungan hari atau minggu saja, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya tanpa ada perbaikan yang berarti atau solusi nyata dari pihak berwenang. Seolah-olah pemerintah setempat hanya membiarkan keadaan berjalan apa adanya tanpa menunjukkan rasa peduli terhadap kesulitan yang dialami oleh warga sekitar.Selasa 28- April 2026

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan pengamatan langsung dan laporan warga, titik-titik kerusakan dan penyumbatan yang paling parah terlihat jelas mulai dari lingkungan RT 45 dan membentang hingga ke arah Simpang Sungki. Di sepanjang jalur tersebut, air dari saluran drainase tidak lagi dapat mengalir dengan lancar, malah meluap keluar dan membanjiri permukaan jalan raya yang beraspal. Luapan air ini tidak hanya menutupi sebagian besar badan jalan, tetapi juga merembes ke sisi-sisi yang biasa dilalui oleh pejalan kaki, sehingga tidak ada tempat yang aman dan kering untuk berjalan kaki.

 

Akibat dari kondisi yang kian memburuk ini, berbagai kesulitan dan bahaya terus menimpa warga setiap harinya. Bagi warga yang berjalan kaki, perjalanan menjadi sangat berat dan penuh risiko. Mereka harus berjalan melewati genangan air yang tidak diketahui kedalaman dan kebersihannya, bahkan seringkali terpaksa melangkah ke bagian tengah jalan karena sisi pinggir jalan sudah tertutup air. Hal inilah yang kemudian menimbulkan risiko kecelakaan yang sangat besar. Para pejalan kaki harus selalu ekstra waspada dan berhati-hati, karena kendaraan yang melintas tidak dapat bergerak dengan leluasa akibat jalan yang tergenang, sehingga kemacetan parah kerap terjadi di lokasi tersebut. Di saat yang bersamaan, pengemudi kendaraan juga sulit melihat posisi pejalan kaki yang tersembunyi di balik genangan air, sehingga tidak jarang terjadi insiden nyaris tertabrak yang sangat membahayakan nyawa warga.

 

Yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun, namun tidak ada langkah perbaikan atau penanganan yang nyata yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Padahal, saluran drainase ini terletak di jalur yang sangat ramai dan sering dilalui oleh berbagai kalangan masyarakat, baik warga sekitar maupun orang yang melintas. Kondisi yang dibiarkan terus-menerus seperti ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menimbulkan masalah lain yang lebih serius, seperti penyebaran penyakit akibat air yang tergenang, kerusakan bangunan dan fasilitas umum, serta kerusakan struktur jalan akibat terendam air dalam jangka waktu yang lama.

 

Warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan dan harapan agar masalah ini segera ditangani, namun tanggapan yang diterima tidak sebanding dengan besarnya kesulitan yang dialami. Seolah-olah keberadaan warga dan kesulitan yang mereka hadapi tidak menjadi perhatian utama. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan apa pun, maka tidak menutup kemungkinan luapan air akan semakin meluas dan menutupi seluruh permukaan jalan, hingga akhirnya warga tidak lagi memiliki tempat yang aman untuk beraktivitas dan berjalan. Ke mana lagi warga harus melangkah jika jalan yang seharusnya menjadi sarana penghubung justru menjadi sumber bahaya dan kesulitan?

 

Kami menuntut agar pemerintah setempat segera bangkit dari ketidakpeduliannya, turun langsung ke lapangan untuk melihat dan merasakan sendiri kondisi yang sebenarnya, serta segera menyusun dan melaksanakan rencana penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Masalah drainase ini adalah tanggung jawab bersama, dan keberlangsungan kenyamanan serta keamanan warga seharusnya menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sudah saatnya ada perubahan, bukan hanya janji-janji kosong, melainkan tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga RW 09 Kemang Agung.

Jurnalis:Yuliady

 

 

Berita Terkait

Tingkatkan Sinergitas dengan Pemerintah Pusat, Bupati Samosir Audiensi dengan Wamenkes RI; Usulkan Pembangunan Sarana Kesehatan
Rapat Paripurna Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD Toba Ditandatangani 
Lapangan Sisinga Mangaraja Parsoburan Kibarkan Bendera Merah Putih 
Festival Tao Toba Joujou 2026 Sukses, Transaksi Digital Tembus 6 Miliar
Pemerintah Desa Jago Gelar Lomba Gerak Jalan Tingkat Pelajar, Tanamkan Semangat Nasionalisme Dan Bangun Desa Menuju Visi SOLAH
Keempat Kalinya Digelar di Samosir, Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dimulai, Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
Kepala OJK Sumut Resmi Berganti, Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sepakat, Bupati Samosir Bersama DPRD Tetapkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Perda tentang Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:06

Rapat Paripurna Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD Toba Ditandatangani 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:04

Lapangan Sisinga Mangaraja Parsoburan Kibarkan Bendera Merah Putih 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:56

Festival Tao Toba Joujou 2026 Sukses, Transaksi Digital Tembus 6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:24

Pemerintah Desa Jago Gelar Lomba Gerak Jalan Tingkat Pelajar, Tanamkan Semangat Nasionalisme Dan Bangun Desa Menuju Visi SOLAH

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:52

Keempat Kalinya Digelar di Samosir, Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dimulai, Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:26

Kepala OJK Sumut Resmi Berganti, Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:22

Sepakat, Bupati Samosir Bersama DPRD Tetapkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Perda tentang Pengelolaan Sampah

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:10

Pengembangan Bawang Putih Terus Diperkuat, Bupati Samosir Kembali Serahkan Bantuan 4 Ton Benih Bawang Putih

Berita Terbaru