Palembang,–kompaslink.com|
Di sebuah rumah sederhana di Perumahan Berdikari 2, Blok A No. 12, Sei Selincah, Kalidoni, Kota Palembang, Rina Astuti (31) berjuang melawan batuk yang tak kunjung reda. Siapa sangka, di balik batuk tersebut, tersimpan kisah pilu yang berawal sejak masa kecil.
Jum’at (10/10/2025)

Rina,seorang Gadis cantik, ternyata memiliki riwayat jatuh dari ayunan saat berusia 3 tahun. Kala itu, ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun karena keterbatasan ekonomi, Rina tidak pernah lagi mendapatkan kontrol medis yang memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setahun lalu, Rina kembali didera masalah kesehatan. Ia mengalami batuk dan sesak napas yang membuatnya harus dilarikan ke RSUD Siti Fatimah. Dokter mendiagnosa Rina menderita TB Paru dan memberikan Obat Anti-TB (OAT). Namun, lagi-lagi masalah ekonomi menjadi penghalang. Rina tidak pernah kontrol lagi, sehingga pengobatannya tidak berjalan tuntas.
Kisah Rina ini mengetuk hati para petugas kesehatan. Besok, tim TB dari puskesmas setempat berencana mengunjungi Rina untuk melakukan pemeriksaan dahak dan menelusuri kontak eratnya. Mereka berharap dapat memberikan penanganan yang tepat dan membantu Rina mendapatkan kembali kesehatannya.
Kisah Rina adalah potret buram masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat kurang mampu. Keterbatasan ekonomi seringkali menjadi penghalang utama bagi mereka untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai. Semoga kisah Rina ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya perhatian dan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
(Rudi Hartono.m)











