BANYUASIN II — Kompaslink.com — Upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kabupaten Banyuasin. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi yang digelar di Aula Rapat SMP Negeri 1 Kecamatan Banyuasin II, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan unsur TNI, Polri, pemerintahan, TNI AL, Polairud, perusahaan, pemerintah desa, hingga organisasi kepemudaan.
Ketua Tim Sosialisasi Mabes AD, Brigjen TNI Frans Surya Ginting, hadir bersama Kasdim 0430/Banyuasin Letkol Inf Saibudin S.Ag. Turut hadir Camat Banyuasin II Ahmad Riduan, S.Sos., M.Si., Danramil 430-02/Sungsang Kapten Inf Suji Rahmad, serta perwakilan Polsek Banyuasin II, TNI AL, dan Polairud Polda Sumsel.
Dari unsur kepolisian, Kapolsek Banyuasin II diwakili Kanit Reskrim Ipda Andri Wira. Sementara itu, Danpos Angkatan Laut diwakili Koptu Reza Pahlevi dan Danpos Airud Polda Sumsel diwakili Bripda M. Satar.
Kegiatan juga dihadiri Humas PT Sumber Hijau Permai Juli Andriani, para kepala desa, unsur pemerintahan, serta jajaran Pemuda Pancasila.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan Karhutla, langkah-langkah penanggulangan, serta peran bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Camat Banyuasin II, kemudian sambutan Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI yang sekaligus menyampaikan materi penyuluhan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan berbagai pertanyaan serta mendapatkan penjelasan terkait upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Banyuasin.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, perusahaan, pemerintah desa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya Karhutla.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dan upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, tertib, dan aman hingga selesai.
(Hamkah)













