Don Muzakir Resmikan Jembatan, Anak-anak di Rimau Sungsang Tak Perlu Lagi Menyeberang Dengan Kapal

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

‎Banyuasin – Kompaslink.Com-

‎Anak-anak di Desa Rimau Sungsang, Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini memiliki akses yang lebih mudah untuk pergi ke sekolah. Sebuah jembatan sepanjang 18 meter di desa tersebut diresmikan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Jembatan itu dibangun menggunakan dana pribadi Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banyuasin, H. Suriadi. Total ada tiga jembatan yang dibangun untuk membantu aktivitas warga di wilayah tersebut.

‎Sebelum jembatan tersedia, anak-anak harus menggunakan kapal untuk menuju sekolah. Kondisi itu membuat perjalanan ke sekolah tidak hanya lebih sulit, tetapi juga memiliki risiko keselamatan.

‎Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia diundang khusus untuk meresmikan tiga jembatan itu, hadir pada saat peresmian jembatan itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Medi Ahmad zoni bersama pengurus, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Selatan Syarifuddin, Ketua DPC Gerindra H. Slamet, pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banyuasin, tokoh masyarakat, dan tokoh adat

‎Don Muzakir mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjawab kebutuhan dasar warga yang selama ini menghadapi persoalan akses.

‎“Jembatan ini sangat berarti bagi masyarakat. Saya melihat sendiri bagaimana akses menjadi persoalan bagi warga, terutama anak-anak sekolah,” kata Don Muzakir.

‎Menurut Don Muzakir, jembatan bukan sekadar penghubung antarwilayah. Akses tersebut juga menentukan kemudahan warga menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengantar anak ke sekolah dan membawa hasil pertanian.

‎“Kalau aksesnya mudah, aktivitas masyarakat juga lebih mudah. Anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan lebih aman, sementara warga bisa menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa harus bergantung pada kapal,” ujarnya.

‎Don Muzakir mengatakan kebutuhan masyarakat seperti akses jalan dan jembatan perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan masyarakat, kata dia, dapat saling melengkapi untuk menyelesaikan persoalan yang ditemukan di lapangan.

‎Selain meresmikan jembatan, Don Muzakir bertemu dengan sejumlah petani di Banyuasin. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Don untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi petani.

‎Pembahasan tidak hanya mengenai produksi pertanian. Don Muzakir juga menyampaikan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan pertanian dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

‎“Kami datang bukan hanya untuk meresmikan jembatan. Kami juga ingin mendengar langsung apa yang dirasakan petani dan menyampaikan program pemerintah yang bisa membantu mereka,” kata Don Muzakir.

‎Don Muzakir mengatakan, masukan dari petani akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah. Menurut dia, persoalan di lapangan perlu diketahui secara langsung agar program pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

‎“Saya juga akan menyampaikan kebutuhan warga kepada pemerintah pusat. Apa yang kami lihat dan dengar di lapangan harus menjadi masukan untuk pemerintah,” ujarnya.

‎Don Muzakir berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat jembatan tersebut bersama-sama. Perawatan diperlukan agar jembatan bisa digunakan dalam waktu panjang.

‎“Semoga jembatan ini bisa membantu anak-anak pergi ke sekolah dengan lebih aman dan memudahkan aktivitas masyarakat,” ujar Don Muzakir.

‎Sementara itu, H. Suriadi mengatakan pembangunan tiga jembatan tersebut berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak yang harus menggunakan kapal untuk pergi ke sekolah.

‎“Saya kasihan melihat anak-anak sekolah. Kalau mau ke sekolah, mereka harus naik kapal. Risikonya besar. Jarak sekolah sekitar tiga kilometer kalau tidak ada jembatan penghubung,” ujar Suriadi.

‎Suriadi mengatakan kondisi tersebut mendorongnya mengambil keputusan untuk membangun jembatan menggunakan dana pribadi. Ia berharap akses tersebut dapat digunakan masyarakat tanpa membedakan kepentingan kelompok maupun warga tertentu.

‎“Jembatan ini kami bangun agar anak-anak tidak lagi kesulitan pergi ke sekolah. Kami juga berharap warga bisa menggunakan dan merawatnya bersama-sama,” katanya.

‎Pertemuan Don Muzakir dengan petani setelah peresmian jembatan juga menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dan pertanian saling berkaitan. Akses yang baik dibutuhkan warga untuk bersekolah, bekerja, berdagang, serta membawa hasil pertanian.

‎Tani Merdeka Indonesia menyatakan akan terus menyerap persoalan masyarakat di daerah. Aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya mendorong penyelesaian kebutuhan warga di tingkat desa.

‎

‎(Red)

Berita Terkait

‎Serah Terima PLT Kepala SMA Negeri 1 Banyuasin II Korwas Titipkan Tiga Pesan Penting
‎Kapolsek Banyuasin II Beri Peringatan Tegas : Jauhi Narkoba Stop Tawuran,Siswa Berprestasi Diberi Apresiasi
‎‎Babinsa Sungsang II Turun Malam Bersama Warga Aktifkan Siskamling Jaga Kamtibmas
Sinergi Kemanusiaan, Polsek Dan Kecamatan Banyuasin II Antarkan Warga Terduga ODGJ Ke RS Ernaldi Bahar
‎Malaria Mengintai, Puskesmas Sungsang Turun Langsung Edukasi Warga Dan Bagikan Lotion Gratis
‎Kejutan HUT TNI Ke – 81, Camat Dan Tiga Kapolsek Geruduk Koramil 02 Sungsang
‎Peduli Warga Terdampak Kekeringan CV Berkah Doa Ibu Kembali Salurkan 7.000 Liter Air Bersih Ke Desa Perajen Jaya
Jaga Tradisi Leluhur, Babinsa Sertu J.T. Farid Hadiri Sedekah Parit di Muara Sungsang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:46

Polda Sumsel Perkuat Green Policing melalui Aksi Peduli Lingkungan di Komplek Pakri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:28

Janjikan Lulus CPNS Kemenkumham Lewat Jalur Belakang, Pelaku Diamankan Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:21

Rakor Karhutla Bersama Forkopimda, Polda Sumsel Perkuat Kesiapsiagaan Lindungi Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:15

Kapolda Sumsel Terima Aliansi Cipayung Plus, Bahas Karhutla hingga Pemberantasan Narkoba

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:23

Kapolda Sumsel Bersama Wakapolda dan PJU Pererat Sinergi dengan Insan Pers

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:08

Harga Cabai Melambung di Pasar Kota Palembang, Capai Rp85.000 Per Kilo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:54

Polda Sumsel dan Kompolnas Perkuat Komitmen Transparansi serta Perlindungan Kerja Jurnalistik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:44

Polda Sumsel Perkuat Kinerja Reserse hingga Polsek, Wujudkan Penegakan Hukum Berkeadilan

Berita Terbaru