Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel Urai Bara Gambut hingga Malam Hari di Gelumbang

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 16:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MUARA ENIM -kompaslink.com|

Polda Sumatera Selatan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada kawasan bergambut. Tim Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel melakukan pemadaman pada area terdampak sekitar 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (5/9/2026) hingga malam hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penanganan di lapangan dipimpin Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. bersama personel yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel.

Berbeda dengan kebakaran pada lahan mineral, penanganan kawasan gambut membutuhkan pola khusus karena bara api dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah. Berdasarkan kondisi lapangan, kedalaman gambut di lokasi diperkirakan mencapai satu hingga satu setengah meter.

Mengantisipasi penjalaran api di bawah permukaan, tim menerapkan teknik penyiraman dan perendaman dengan metode spiral. Pemadaman dimulai dari bagian luar area kemudian bergerak menuju bagian dalam menggunakan jet pump dengan campuran air dan Formula Crossfire Polri.

Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. menjelaskan, pola tersebut dilakukan untuk terlebih dahulu menekan pergerakan bara di bawah lapisan gambut sebelum personel masuk ke titik-titik yang memiliki aktivitas panas lebih tinggi.

“Penyiraman dilakukan secara spiral dari luar menuju ke dalam. Tujuannya membatasi dan meredam pergerakan bara di bawah tanah sehingga potensi api merambat ke area lainnya dapat ditekan,” ujarnya.

Setelah tahap penyiraman dan perendaman, tim memberikan waktu sekitar dua hingga tiga jam agar cairan meresap ke lapisan gambut. Tahapan kemudian dilanjutkan dengan scanning terhadap sisa titik bara yang masih berpotensi kembali memicu kebakaran.

Dalam proses scanning, petugas bergerak mendekati titik-titik yang ditandai dengan munculnya asap putih maupun bara. Lapisan gambut pada titik tersebut diurai menggunakan garpu, kemudian disiram menggunakan jet shooter backpack yang berisi campuran cairan pemadam.

“Bara kecil tetap harus ditangani karena dapat terbawa angin dan memicu api di area kering lainnya. Karena itu setelah perendaman, personel melakukan scanning satu per satu terhadap potensi titik bara yang tersisa,” jelas James.

Untuk membuat penanganan lebih terukur, area terdampak seluas sekitar 80 hektare tersebut dipetakan berdasarkan tingkat aktivitas kebakaran. Tim membaginya menjadi tiga klaster, yakni zona kuning untuk area yang menunjukkan indikator asap, zona oranye untuk area dengan asap dan bara, serta zona merah untuk area yang menunjukkan asap, bara dan api yang muncul hingga permukaan.

Masing-masing klaster kemudian dibagi kembali menjadi empat sektor. Setiap sektor memiliki personel penanggung jawab sehingga perkembangan pemadaman dan hasil penanganan dapat dipantau serta dievaluasi secara bertahap.

Pemadaman juga dilanjutkan pada malam hari. Menurut Dansatbrimob, kondisi gelap justru membantu petugas mengidentifikasi secara visual bara di sela-sela permukaan gambut sehingga titik-titik panas yang masih aktif dapat lebih mudah ditargetkan.

Ia menambahkan, pola penanganan tersebut akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh area yang telah dipetakan dinyatakan tuntas dari potensi bara maupun api yang dapat kembali muncul.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan, terutama ketika kebakaran terjadi pada lahan gambut.

“Yang menjadi perhatian bukan hanya api di permukaan, tetapi juga bara yang masih tersimpan di lapisan gambut. Karena itu personel melakukan penanganan secara berlapis, mulai dari penyiraman, perendaman hingga scanning titik bara. Upaya ini terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun merembet ke kawasan lainnya,” kata Nandang.

Nandang menegaskan Polda Sumsel bersama seluruh unsur terkait akan terus mengoptimalkan personel dan sarana prasarana di lapangan dalam penanganan karhutla.

Penanganan melalui pemetaan wilayah, penyiraman dan perendaman lahan hingga scanning titik bara menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel memastikan kebakaran di kawasan gambut tidak kembali berkembang. Pemadaman akan terus dilakukan secara bertahap sampai area terdampak dinyatakan aman dari api maupun potensi bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

(Red)

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Polsek Lawang Kidul Edukasi Warga Usai Salat Subuh
Polda Sumsel Peragakan Penggunaan Formula X-Fire untuk Penanganan Karhutla di Gelumbang
Polda Sumsel Optimalkan Pemadaman Karhutla dengan Cairan X-Fire di Gelumbang
Polda Sumsel Tangani Karhutla Gambut 80 Hektare dengan Metode Spiral dan Scanning
Cegah Karhutla, Polsek Gelumbang Edukasi Warga hingga Salurkan Bansos
Dekat dengan Warga, Gerakan BELIDA Polres Muara Enim Dukung Indonesia Asri
Perkuat Sinergi, Kodim 0404/Muara Enim Sosialisasikan Penanganan Karhutla Bersama Tim Mabes TNI
Door to Door Cegah Karhutla, Polres Muara Enim Edukasi Warga hingga Salurkan Bansos

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:50

Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Toba Optimalkan Portal Satu Data

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:47

Diskominfo Toba Ikuti Workshop Penguatan Kehumasan Pemerintah 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:37

Wabup Toba Hadiri KI Sumut Award 2026, Dorong Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:33

Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Tirtanadi, Pemkab Toba Soroti Kualitas Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:41

MTQ Tidak Boleh Dimaknai Sebatas Ajang Perlombaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:36

Bupati Vandiko Hadirkan Kebijakan Baru, Kendaraan Dinas BB 1 C Bisa Dimanfaatkan untuk Kegiatan Sosial Masyarakat Samosir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:05

Arahan Presiden Prabowo Subianto, DPC Partai Gerindra Aksi Gerakan Indonesia ASRI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:09

Ciptakan Pariwisata Berkelanjutan, Pemkab Samosir Perkuat Sinergi Investasi, CSR dan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru