Polisi Ungkap Pembakaran 4,5 Hektare Lahan Tebu di Ogan Ilir, Pelaku Diduga Sakit Hati

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ogan Ilir –kompaslink.com|

Kekecewaan karena tidak diterima bekerja berujung tindak pidana. Seorang pemuda berinisial DA (26) diamankan jajaran Polres Ogan Ilir setelah diduga sengaja membakar lahan perkebunan tebu milik PT Sinergi Gula Nusantara di Desa Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat aksi tersebut, lahan perkebunan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare. Ironisnya, aksi pembakaran tersebut direkam sendiri oleh DA melalui telepon selulernya dan video itu kemudian menjadi salah satu petunjuk penting bagi polisi dalam mengungkap identitas pelaku.

Peristiwa terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, di Petak 123 dan Petak 126, Afdeling 7, Rayon 5, Kebun Cinta Manis, PT Sinergi Gula Nusantara.

Menindaklanjuti informasi pembakaran lahan tersebut, Unit Idik II Pidsus Satreskrim Polres Ogan Ilir bersama personel Polsek Tanjung Batu melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk mengidentifikasi sosok laki-laki yang terlihat dalam rekaman video.

Hasil penyelidikan mengarah kepada DA. Setelah dilakukan pendalaman, personel kepolisian kemudian mengamankan DA di rumahnya di Desa Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Pengamanan dilakukan personel Unit Idik II Pidsus Satreskrim Polres Ogan Ilir yang dipimpin Kanit Pidsus IPDA Robertus Mawa. SN., S.H., CPHR., bersama personel Polsek Tanjung Batu yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Ardi Putrawan, S.H., M.H.

Dalam pemeriksaan awal, DA mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, ia mengaku sengaja membakar lahan perkebunan tebu tersebut karena merasa sakit hati setelah tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Tidak berhenti pada aksi pembakaran, DA juga merekam perbuatannya. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, video tersebut dibuat agar diketahui oleh pihak PT Sinergi Gula Nusantara.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon seluler merek Infinix Smart 20 yang berkaitan dengan rekaman video kejadian, satu buah korek api merek Tokai warna merah, serta satu buah baju jersey lengan panjang warna kombinasi biru.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa persoalan pribadi maupun kekecewaan terkait pekerjaan tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang membahayakan kepentingan umum dan lingkungan.

“Kami memahami bahwa setiap orang bisa mengalami kekecewaan, termasuk terkait persoalan pekerjaan. Namun, kekecewaan tidak boleh dilampiaskan dengan cara membakar lahan. Api yang sengaja dinyalakan dapat membahayakan orang lain, merusak lingkungan, dan menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar,” tegas AKBP Rizka.

Ia menambahkan, penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan tidak semata-mata bertujuan memberikan efek jera, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Apapun persoalannya, selesaikan dengan cara yang baik dan melalui jalur yang benar. Jangan sampai persoalan pribadi justru merugikan masyarakat luas dan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan komitmen bersama seluruh jajaran Polda Sumsel, terlebih di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak luas terhadap masyarakat, lingkungan, kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

“Kasus ini menunjukkan bahwa tindakan membakar lahan, apapun motifnya, bukan persoalan sepele. Kekecewaan pribadi tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan pembakaran yang berpotensi meluas dan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Polda Sumsel bersama jajaran akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap pelaku pembakaran lahan,” tegas Kabid Humas Polda Sumsel.

Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut juga menunjukkan pentingnya kecepatan polisi dalam menindaklanjuti setiap informasi masyarakat, termasuk informasi yang bersumber dari rekaman video.

“Kami mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Ogan Ilir dalam menindaklanjuti informasi hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pelaku. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla,” ujarnya.

KOMBES POL. NANDANG MU’MIN WIJAYA juga mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi pembakaran lahan sebagai cara menyelesaikan persoalan.

“Jangan karena persoalan pribadi kemudian api dijadikan alat untuk melampiaskan kekecewaan. Sekali api dinyalakan, dampaknya dapat berkembang di luar kendali. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran setiap individu,” pungkasnya.

Saat ini DA telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses penyidikan di Polres Ogan Ilir. Penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan serta melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum dan Bidlabfor Polda Sumsel untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa kekecewaan tidak seharusnya dilampiaskan dengan tindakan yang membahayakan lingkungan dan masyarakat. Satu tindakan pembakaran dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih luas, mulai dari kerusakan lahan hingga ancaman terhadap keselamatan masyarakat.

Polres Ogan Ilir bersama Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pencegahan dan penegakan hukum terhadap Karhutla dengan mengedepankan langkah tegas, profesional, dan humanis, sekaligus mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga Ogan Ilir dan Sumatera Selatan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

(Red)

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla, Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung Bagikan Masker dan Imbau Warga
Kaopsda Aman Nusa II Tinjau Kesiapan Pos Pantau Polda Sumsel di Ogan Ilir
Curi Getah Karet PT BRK, Pelaku Ditangkap di Atas Mobil Pengangkut Batu Bara
Deteksi Dini Karhutla, Kapolres Ogan Ilir Pimpin Patroli Udara dan Pastikan Ketersediaan Cadangan Air
Polres Ogan Ilir Jajaran Polda Sumsel Gerebek Pesta Narkoba, Empat Pengedar Sabu Diamankan
497 Guru PAI Ogan Ilir Ikuti Bimtek Metode Qiro’ah dan Manajemen Pengelolaan TBQ
Polres Ogan Ilir Satukan Langkah TNI dan Pemda Cegah Narkoba, Judol, hingga Konflik Sosial
Mahasiswa FKM Unsri Perkenalkan Filter Air Backwash Rakitan Sendiri pada Penyuluhan PHBS di Badan Kerja Sama Antar Desa Writer: Kelompok 27 PBL FKM Universitas Sriwijaya

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:26

PMPB Sumsel Berduka, Ibunda Heri Planet Meninggal Dunia

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:37

Ratusan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Al-Huda Kampung Sukosari Khusyuk dan Penuh Khidmat

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:51

Presiden RI Prabowo Kunjungan di Palembang. Pangdam II/Swj : Sebanyak 3000 Personel TNI dari Yonif TP Dikerahkan Tangani Karhutla di Sumsel

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:47

Semarak HUT ke-81 RI, Pembagian Hadiah Lomba Jadi Apresiasi Kreativitas dan Kebersamaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43

Danrem 044/Gapo Pimpin Langsung Gelar Pasukan Pengamanan Kunker Presiden RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:20

Kapolda Sumsel Dampingi Presiden dalam Ratas Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:15

Strategi Komprehensif Polda Sumsel Tangani Karhutla 2026: Dari Edukasi Masif hingga Penahanan 17 Tersangka

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:14

PMPB Sumatera Selatan Berbagi Kasih Sesama Anak Yatim di Panti Asuhan Al Yaasir Rizki

Berita Terbaru

PALEMBANG

PMPB Sumsel Berduka, Ibunda Heri Planet Meninggal Dunia

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:26