PALEMBANG,-kompaslink.com| Kegembiraan memboyong sepeda motor baru yang dibeli secara kontan tak berselang lama tergantikan kesedihan dan keterkejutan bagi seorang mahasiswi di Kota Palembang. Selviana (18), warga Desa Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, harus merasakan sensasi menjadi korban curanmor (pencurian kendaraan bermotor) hanya sehari setelah membawa motor impiannya pulang. Kejadian yang membuat hati si pemuda-pemudi kampus tertekan itu terjadi pada Rabu (17/12/2025), sekira pukul 13.30 WIB, di depan kamar kostnya yang terletak di Jalan Bungaran V, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Cerita mulai ketika Selviana, yang baru saja pulang dari aktivitas di kampus, memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2025 miliknya tepat di depan pintu kamar kost. Tak mau ada kesalahan, ia dengan cermat mengunci stang motor sebelum memasuki kamar untuk beristirahat sejenak. Namun, ketika ia keluar kembali beberapa saat kemudian, yang ditemuinya hanyalah lokasi kosong di mana motornya sempat berdiri. Tanpa ada tanda-tanda yang jelas, motor yang baru saja ia beli dengan uang kontan senilai Rp21.400.000 telah hilang tanpa jejak.
“Rasa senang bawa motor baru itu masih terasa hangat di hati, tapi tiba-tiba hilang begitu saja. Saya benar-benar kaget dan sedih sekali,” ujar Selviana ketika memberi keterangan di depan petugas polisi, Kamis (18/12/2025). Tak mampu menahan rasa kecewa dan ingin mendapatkan keadilan, ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Satuan Penindakan Kejahatan Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, dibimbing oleh kerabatnya yang turut prihatin dengan nasibnya.
Di SPKT, Selviana menjelaskan secara rinci urutan kejadian, mulai dari waktu ia pulang kampus, cara ia memarkir dan mengunci motor, hingga saat ia menyadari motornya hilang. Nomor polisi motor yang hilang, BG 6655 AFE, juga ia sampaikan secara jelas agar petugas polisi mudah dalam melakukan penelitian.
Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Kosasih, yang didampingi Pamong Praja Tingkat II (Pamapta II) Ipda Hendra, mengkonfirmasi penerimaan laporan dari Selviana. Menurutnya, pihaknya telah mencatat semua informasi yang diberikan korban dengan cermat dan telah menyerahkan kasus curanmor ini ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Kami telah menerima laporan dari korban dan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menemukan pelaku dan mengembalikan motor yang hilang ke pemiliknya. Masyarakat disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memarkir kendaraan, terutama di lokasi yang kurang terawasi, bahkan jika hanya untuk waktu sebentar,” ungkap Ipda Kosasih.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi seluruh warga, terutama mahasiswi yang tinggal di kost-kostan di Palembang, untuk lebih waspada terhadap keamanan kendaraan mereka. Meskipun memarkir di depan kamar kost terasa lebih aman, ternyata pelaku curanmor tak ragu untuk bertindak dengan cepat dan cerdas. Beberapa penghuni kost di sekitar lokasi kejadian juga menyampaikan kekhawatiran mereka dan berjanji akan lebih saling mengawasi satu sama lain agar kejadian serupa tidak terulang.
Petugas Satreskrim yang menangani kasus ini juga telah mulai melakukan penelitian di Tempat Kejadian Perkara (TKP), termasuk memeriksa lingkungan sekitar kost, menanyai saksi-saksi yang mungkin melihat sesuatu pada saat kejadian, dan mencari bukti-bukti yang bisa mengarah ke pelaku. Meskipun sampai saat ini belum ada petunjuk yang jelas mengenai identitas pelaku, pihak polisi menjanjikan akan bekerja keras untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.
Untuk Selviana, saat ini ia harus bersabar menunggu hasil penyelidikan polisi. Meski kehilangan motor baru yang menjadi impiannya membuat hatinya terasa berat, ia tetap berharap bahwa motornya akan segera ditemukan dan pelaku akan mendapatkan hukuman yang pantas. “Saya berharap polisi bisa cepat menangkap pelaku sehingga tidak ada lagi korban lain yang mengalami hal yang sama seperti saya,” tutupnya dengan nada harap.
Kasus curanmor yang menimpa Selviana ini juga menjadi perbincangan hangat di antara mahasiswi di Palembang. Banyak yang menyampaikan dukungan kepada korban dan mengingatkan agar teman-teman sekampus lebih waspada dalam menjaga keamanan kendaraan mereka. Beberapa juga menyarankan agar pemilik kost menambah fasilitas keamanan, seperti lampu penerangan yang lebih terang atau sistem pemantauan CCTV, untuk melindungi penghuninya dari ancaman kejahatan.
(Ridwan)











