Pertamina Dan DPR-RI Harus Memantau Kondisi Di Lapangan :”Biosolar Dikurangi, Pengantre Ganggu Lalulintas di Ruas Jalan”

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG.-kompaslink.com|
Dampak pengurangan biosolar ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palembang, membuat antrean memanjang hingga ruas jalan raya.

Keadaan ini sangat membahayakan pengguna jalan raya. Dari pantauan media ini di SPBU 24.301.03 Demang Lebar Daun, kondisi antrean benar-benar parah.

Lebih lanjut lagi yang seharusnya, sebagai penentu kebijakan tunggal terhadap bahan bakar minyak, bahwa prihal ini pihak PT.Pertamina dan hendaknya memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk mengisi bahan bakar di SPBU.

“Jika terjadi seperti ini, yang dirugikan adalah masyarakat pengguna jalan raya. Sebab, akibat antrean itu, seperempat jalan dipadati mobil anteran yang memanjang,” ujar pengantre biosolar,”Daniel,di SPBU Demang Lebar Daun, Selasa (23/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Daniel, ia sudah antre di SPBU tersebut selama lebih dari dua jam. Ia juga mengatakan bahwa dalam transaksi itu masyarakat pengantre harus membayar biosolar yang dibeli melalui handphone.

“Wah, ini kacau. Sebab yang membeli minyak di SPBU ini mayoritas rakyat kecil (sopir) yang mengendarai mobil truk,” ujar Daniel dengan mimik wajah kecewa.

Ketika dikonfirmasi ke kantor layanan SPBU
24.301.03 Demang Lebar Daun, staf di sana mengatakan tak berdaya mengatasi keadaan itu.

Sebab biosolar yang biasanya dikirim PT. Pertamina sebanyak 16-32 ton, saat ini hanya diterima sekitar 8 ton saja. “Akibatnya menjadi seperti ini, Mas,” jelasnya.

Sementara itu, saat awak media ini mewawancarai pemilik Bengkel mobil PASS yang bersebelahan dengan SPBU Demang Lebar Daun, H.Ishak Yulian Yusuf, SE.,MBA, yang dia mengatakan bahwa kondisi tak sehat seperti itu sudah berjalan lebih dari satu bulan.

“Menurut saya, pihak Pertamina harus mengembalikan keadaannya seperti semula,” ujar H.Ishak Yulian Yusuf (mantap pembalap motorcros nasional, red) yang akrab disapa Yan Najib tersebut.

Menurut sepengetahun dia, pihak Pertamina yang selama ini telah mendistribusikan minyak ke SPBU di sebelah lokasi Bengkel PASS, sebanyak 16 ton.

“Tapi info yang saya terima dari petugas di lapangan, minyak solar yang dikirim Pertamina hanya delapan ton sehari. Inilah yang membuat antrean semakin memanjang hingga ke ruas jalan umum. Keadaan ini sangat berbahaya. Sebab jikalau pengendara tidak hati-hati, akan terjadi kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korban jiwa,” jelas Yan Najib.

Seharusnya, kata Yan, jika Pertamina menerapkan kebijakan pengurangan distribusi minyak, perlu diturunkan petugasnya dan didampingi, yakni turut memantau juga oleh Anggota DPR-RI untuk memantau kondisi di lapangan.

“Ini tidak. Justru dengan keadaan yang tidak sehat tersebut, kendaraan sekelas Fortuner pun, ikut-ikutan antre biosolar di SPBU sebelah kantor kami,” katanya.

Padahal, kata dia, solar bersubsidi itu ditujukan bagi kendaraan truk, mobil box, serta kendaran lain dari jenis yang disubsidi pemerintah. “Ini pelanggaran hukum, namanya,” tambah Yan.

Sementara itu, pengamat hukum dan sosial masyarakat nasional Dr. Drs.Tarech Rasyid,MSi, yang dia menyatakan sangat prihatin melihat kondisi itu.

“Jika memang Pertamina menetapkan kebijakan pengurangan subsidi biosolar, harusnya dihadirkan petugasnya. Bahkan hadirkan pula pihak kepolisian di lapangan, sehingga kendaraan nonsubsidi seperti Fortuner tidak ikut antre untuk mengisi biosolar bersubsidi,” tegas Tarech.

Jika melihat kondisi di lapangan, pihak penentu kebijakan hanya menerapkan kebijakan di lapangan, tapi tidak mengontrol situasi yang merugikan masyarakat kecil seperti sopir truk, sopir taksi, serta pengendara mobil boks yang berhak menerima biosolar bersubsidi. “Ini yang perlu menjadi pertimbangan kebijakan,” tegasnya.

(Pewarta:Rudihartono.m)

Berita Terkait

Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Masjid Al-Huda menggelar zikir dan doa bersama dan Bazar 
Ketum GPP PT PGRI Sumsel, gandeng Ketum Harimau Sumatera Bersatu dan Ketum GAASS segel kantor yang digunakan BPH, Klaim Selamatkan Asat Yayasan
Dinas Perpustakaan Sumsel Gelar Sosialisasi Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan untuk Tingkatkan Literasi
Semangat “Mens Sana in Corpore Sano”, Danrem 044/Gapo Ikuti Olahraga Bersama
Ditresnarkoba Polda Sumsel, Bea Cukai Sumbagtim, dan Satgas NIC Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Narkoba Tiga TKP
Perkuat Harkamtibmas, Ditlantas Polda Sumsel Rangkul Ojol Palembang Lewat Nobar Piala Dunia dan Baksos
Polda Sumsel Gelar Forum Konsultasi Pelayanan Publik 2026, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Kepercayaan Masyarakat
Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik, Kapolda Sumsel Pimpin Pembukaan Praops Senpi Musi 2026

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:27

Penerima Sertipikat Wakaf Apresiasi Komitmen ATR/BPN Berikan Kepastian Hukum

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:23

Kepala Kantor Pertanahan Purbalingga Hadiri Penyerahan Sertipikat Tanah Wakaf se-Jawa Tengah

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:22

Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:20

Kantor Pertanahan Purbalingga Gelar Sidang Panitia A dan Pemeriksaan Lapang Permohonan HGB di Desa Kebutuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:18

Kegiatan Sertipikasi Barang Milik Negara (BMN) Berupa Tanah di Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 12:49

Bangun Pati Kembali, Warga & Keluarga Mendoakan Bupati Pati Non Aktif Sudewo Bebas

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29

Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

Senin, 15 Juni 2026 - 12:27

Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur

Berita Terbaru