
Banyuasin – Kompaslink.com-
Berita penembakan Anak Buah Kapal (ABK) kapal nelayan sungsang yang sempat ramai di bicarakan baik di media massa maupun media sosial baik cetak maupun elektronik ada titik terang nya dengan mediasi atau pertemuan dengan pihak korban dan perwakilan Danlanal Palembang bertempat Pos TNI AL Sungsang, Selasa sore (15/7/2025).
Mayor laut (E) Dedyan Basnur, Pabandyalid Sintel Guspurla Koarmada I,
dalam sambutannya Mengatakan bahwa didalam melaksanakan tugas prajurit kami sudah sesuai dengan prosedur tetap (Protap) Kamla tahun 2009 terhadap penghentian dan pemeriksaan kapal mencurigakan, dimana petugas kami telah melakukan peringatan melalui pengeras suara dan selanjutnya memberikan tembakan peringatan dengan peluru hampa, akan tetapi dua kapal nelayan tersebut justru menjauh untuk melarikan diri.
” kalau saja disaat kejadian saudara kapten kapal nelayan Rusdianto tidak membawa lari kapal nelayannya kemungkin tidak akan terjadi penembakan peringatan tersebut,” jelasnya.
Terkait 4 orang ABK kapal nelayan sungsang yang sempat kita amankan di Danlanal Bangka Belitung secepatnya 4 orang ABK kapal nelayan sungsang tersebut akan segera kita pulangkan beserta dengan kapal nelayannya akan tetapi kami mohon bapak dan ibu untuk bersabar sebentar karena kita masih proses penyelesaian berkas ujar Dedyan Basnur.

Lanjutnya, kami menyampaikan pesan Dari Komandan lanal Palembang beliau menitipkan bingkisan tali asih untuk para korban yang diwakili oleh keluarga Korba
Perlu kami jelaskan bahwasanya pemberian tali asih tersebut bukan karena kita bersalah atau benar akan tetapi semata-mata karena bentuk kepedulian sosial kita terhadap sesama tuturnya.
Camat Banyuasin II, Ahmad Riduan,S.Sos, M.Si, Karena belum adanya informasi yang terang terkait permasalahan terhadap 4 ABK kapal nelayan sungsang yang belum pulang dalam beberapa hari ini membuat keluarga korban tersebut merasa khawatir dan takut terjadi sesuatu pada ABK kapal nelayan sungsang tersebut.
Semoga dengan mediasi ini menjadi titik terang dalam kejadian tersebut dan kami berharap korban 4 orang ABK kapal nelayan sungsang tersebut dapat segera di kembalikan atau dipulangkan secepatnya karena mereka termasuk keluarga kurang mampu ungkapnya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya juga kami berterima kasih kepada pihak TNI AL baik sungsang maupun Palembang yang telah memberikan fasilitas baik moril maupun materil sehingga mediasi ini dapat menjadi solusi yang terbaik bagi kita semua imbuhnya.
Selaku kepala Desa Sungsang I, Kailani berharap kejadian tersebut tidak akan terulang kembali, dengan adanya mediasi ini semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk dapat menjaga hal – hal yang tidak kita inginkan kedepannya kepada institusi terkait untuk dapat menjaga serta melindungi masyarakat kami selaku Nelayan baik di laut maupun di darat, harapnya.
Fitria Sonata (34) istri dari salah satu korban ABK kapal nelayan sungsang Ishak Maulana (35) yang di tangkap TNI AL beberapa hari yang lalu memohon untuk segera dapat melepas suaminya tersebut.
” Kamek takut Ade ape ape ne dengan laki kamek Pak,” (Kami Takut ada apa-apanya dengan suami kami pak) ucapnya lirih.
Turut hadir Ditpolairud Polda Sumsel Pos Sungsang, Kapolsek Sungsang, Danramil 430-02 Sungsang, perwakilan Pemerintah Desa Sungsang III, Desa Sungsang IV, tokoh Agama dan tokoh masyarakat serta perwakilan keluarga Korba.
Sementara itu Ketua HNSI Ranting kecamatan Banyuasin II, Marlina saat di hubungi lewat sambungan WhatsApp mengatakan bahwa pada Rabu siang (16/7) kami telah diberi kesempatan bertemu dengan 4 orang ABK Nelayan Sungsang oleh Danlanal Bangka Belitung beserta Komandan KRI

” Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat aman dan Selamat,”
kami mohon doa semoga besok sudah bisa pulang ke Sungsang tutupnya.
(Hamkah)









