
Banyuasin – Kompaslink.Com-
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melalui Polres Banyuasin bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Banyuasin melalui Dinas PerkimTan, melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Jum’at pagi (27/6/2025).
Adapun yang menjadi sasaran pada program ini, yakni rumah tidak layak huni milik salah satu kepala keluarga bernama Erna udin (45) warga RT.001 Dusun 003 Desa Marga Sungsang kecamatan Banyuasin II kabupaten Banyuasin provinsi Sumsel.
Peletakan Tiang pertama program bedah rumah tidak layak huni, dilakukan oleh Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo S.H. S.IK.,M.IK melalui Kapolsek Sungsang Iptu Fariz Muhammad,SH,
Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas Perkimtan Banyuasin yang diwakili oleh Kabid perumahan dan PSU,Ir.Asri, ST,MM, Ir.Firdaus, ST,MT, Kabid Kawasan Permukiman kumuh, Kapolsek Sungsang, Iptu Fariz Muhammad, SH, Kanitreskrim Polsek Sungsang, Aipda, Atyanto Purwatmoko,SH, beserta jajaran, Camat Banyuasin II yang diwakili oleh staff PPD Hamkah, Kepala Desa Marga sungsang, Taupik Ansori Anggota BPD Ismail, Kadus Hendri dan Ketua RT Abdul Muis.
Waktu pelaksanaan bedah rumah dimulai pada 27 Juni 2025, Dan akan dikerjakan selama ±14 hari kerja dengan ukuran rumah 6×7 meter.
Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari pemerintah pusat oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dengan program 3 juta rumah melalui Kepolisian dan pemerintah daerah terhadap warga kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo S.H. S.IK.,M.IK melalui Kapolsek Sungsang, Iptu Fariz Muhammad, SH mengatakan bahwa, kegiatan sosial yang diprogramkan oleh Bapak Presiden Prabowo 3 juta rumah melalui Kepolisian khususnya Jajaran Polda Sumsel dan Kapolres Banyuasin ini, semoga bisa memberikan dampak positif terhadap citra Polri di lingkungan masyarakat.
” Ya, dengan adanya program bedah rumah ini, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang mendapatkan hunian layak dan nyaman. Sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang membawa dampak positif bagi kehidupan mereka sehingga mereka bisa mendapatkan hunian yang layak” terang Kapolsek.
Sementara itu, Erna udin penerima manfaat program bedah rumah tak kuasa menahan haru ketika melihat beberapa orang melakukan pengecekan dan pengukuran rumah yang dihuninya akan dibedah.
Buruh serabutan ini, mengaku sama sekali tidak menyangka kalau dirinya akan mendapatkan bantuan dari pihak Kepolisian.
Menurut keterangannya, Erna udin tidak pernah mengajukan permohonan, tetapi tanpa disadarinya pihak kepolisian memperhatikan kondisi rumahnya.
” Atas nama keluarga saya mengucapkan terimakasih yang teramat dalam atas kepedulian pak polisi, saya berdo’a semoga semua pak polisi mendapatkan balasan pahala yang tidak terhingga dari allah swt, ” tutupnya penuh haru.
(Hamka)









