Momentum Hari Juang Polri, Kapolda dan Wakapolda Sumsel Letakkan Batu Pertama Monumen Perjuangan

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG —kompaslink.com|

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin peletakan batu pertama pembangunan relief Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan di Lapangan Apel Polda Sumsel, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembangunan monumen sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang Polri sekaligus wujud komitmen Polda Sumsel dalam merawat sejarah perjuangan kepolisian di Bumi Sriwijaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Istisqa yang diikuti jajaran Polda Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan agenda peletakan batu pertama pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana, Karolog Polda Sumsel Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny. Eka Sandi Nugroho, serta jajaran Pejabat Utama dan personel Polda Sumsel.

Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan dirancang sebagai sarana untuk merawat sejarah, menghormati pengabdian para pendahulu, serta mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus Polri. Relief monumen akan menggambarkan perjalanan panjang kepolisian di Sumatera Selatan, mulai dari masa perjuangan hingga pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada era Presisi.

Relief tersebut memuat lima tema besar, yakni masa penjajahan Belanda dan Jepang, pengibaran Merah Putih pada 1945, perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945–1949, pembentukan dan perkembangan Polda Sumsel, serta pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada masa kini.

Salah satu peristiwa sejarah yang akan diabadikan adalah pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang pada akhir Agustus 1945. Sekitar 100 anggota polisi ketika itu mengikuti upacara yang dilanjutkan dengan sumpah kesetiaan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda keberpihakan anggota kepolisian kepada Republik pada masa awal kemerdekaan.

Jejak perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan juga menjadi bagian penting dari relief, termasuk perjuangan dalam Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang pada 1–5 Januari 1947 serta kiprah sejumlah tokoh kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan hingga 1949.

Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Monumen menjelaskan bahwa materi sejarah yang dituangkan dalam relief disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah.

“Materi sejarah disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah. Salah satunya diperkuat melalui keterangan keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri, yang telah dikunjungi secara langsung oleh Bapak Kapolda dalam kegiatan anjangsana,” ujar Kombes Pol. Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.

Untuk menjaga kualitas dan ketahanan relief, pengerjaan akan dilakukan oleh pengrajin asal Boyolali menggunakan plat tembaga premium dengan berat keseluruhan kurang lebih 360 kilogram. Material tersebut dipilih agar bentuk ukiran dapat lebih timbul, detail relief lebih maksimal, serta memiliki kekuatan dan daya tahan yang panjang.

Keseluruhan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Selain merekam sejarah masa lalu, relief monumen juga akan menggambarkan wajah Polda Sumsel pada era Presisi melalui berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, antara lain pelayanan publik, ketahanan pangan, tata kelola sumur minyak masyarakat, Command Center, bantuan sosial, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, serta sinergi Forkopimda sebagai Super Team.

Pembangunan monumen tersebut memiliki nilai strategis bagi penguatan jati diri institusi. Selain menjadi media edukasi sejarah bagi personel dan masyarakat, keberadaan monumen diharapkan memperkuat kesadaran bahwa pengabdian Polri saat ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendahulu.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan nilai perjuangan dari generasi ke generasi.

“Monumen ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga untuk menghidupkan nilai perjuangan itu dalam setiap pelaksanaan tugas. Generasi Polri saat ini harus menjaga warisan tersebut melalui integritas, profesionalisme, prestasi, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Monumen yang mengusung semangat “Merawat Ingatan, Menghormati Pengabdian, dan Mewariskan Nilai Perjuangan” tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi personel Polri, generasi muda, dan masyarakat mengenai perjalanan kepolisian di Bumi Sriwijaya.

Melalui pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk memastikan sejarah perjuangan kepolisian tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai keberanian, pengorbanan, kesetiaan kepada NKRI, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan terus hidup serta menjadi inspirasi bagi setiap personel untuk tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menciptakan sejarah melalui pengabdian terbaiknya.

(Red)

Berita Terkait

Penanganan Karhutla 2026, Polda Sumsel Tetapkan 52 Tersangka Perorangan dan Proses 20 Perkara Korporasi
Wakapolda Sumsel Gelar Safari Jumat dan Bakti Kesehatan Gratis di Masjid Al-Falah
Silaturahmi dengan 61 Pimpinan Perguruan Tinggi, Kapolda Sumsel Dorong Kolaborasi Jaga Kamtibmas
Polda Sumsel Perkuat Green Policing melalui Aksi Peduli Lingkungan di Komplek Pakri
Janjikan Lulus CPNS Kemenkumham Lewat Jalur Belakang, Pelaku Diamankan Jatanras Polda Sumsel
Rakor Karhutla Bersama Forkopimda, Polda Sumsel Perkuat Kesiapsiagaan Lindungi Masyarakat
Kapolda Sumsel Terima Aliansi Cipayung Plus, Bahas Karhutla hingga Pemberantasan Narkoba
Kapolda Sumsel Bersama Wakapolda dan PJU Pererat Sinergi dengan Insan Pers

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:27

Penanganan Karhutla 2026, Polda Sumsel Tetapkan 52 Tersangka Perorangan dan Proses 20 Perkara Korporasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:12

Wakapolda Sumsel Gelar Safari Jumat dan Bakti Kesehatan Gratis di Masjid Al-Falah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:08

Silaturahmi dengan 61 Pimpinan Perguruan Tinggi, Kapolda Sumsel Dorong Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:46

Polda Sumsel Perkuat Green Policing melalui Aksi Peduli Lingkungan di Komplek Pakri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:28

Janjikan Lulus CPNS Kemenkumham Lewat Jalur Belakang, Pelaku Diamankan Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:15

Kapolda Sumsel Terima Aliansi Cipayung Plus, Bahas Karhutla hingga Pemberantasan Narkoba

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:23

Kapolda Sumsel Bersama Wakapolda dan PJU Pererat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:16

17 Rumah Terbakar di 8 Ulu Palembang, Harimau Sumatera Bersatu Turun Salurkan Bantuan

Berita Terbaru