Densus 88 AT Polri Bekali 775 Siswa SMA di Palembang Cegah Paham IRET di Era Digital

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG –kompaslink.com|

Satgaswil Pencegahan Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri menggelar rangkaian kegiatan wawasan kebangsaan dan pencegahan Ideologi Radikal Ekstremisme dan Terorisme (IRET) di SMA Maitreyawira dan SMA Negeri Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 775 siswa, guru, dan staf mengikuti kegiatan ini sebagai upaya membentengi generasi muda dari ancaman paham radikal di era digital.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan pertama dilaksanakan di SMA Maitreyawira Palembang pukul 08.00 – 09.45 WIB. Sebanyak 475 peserta mengikuti Pembentukan Karakter Kebangsaan melalui Latihan Teknik Dasar Baris Berbaris (LTBB) yang dipadukan dengan edukasi pencegahan IRET di lapangan sekolah.

Tim Cegah Satgaswil Sumsel yang hadir terdiri dari IPDA Fachrurozi, S.H., Brigadir Putra Yesa, S.H., M.H., Brigadir Wahyu Ansori, S.H., M.H., dan Briptu Achmad Nur Rohman, S.H. Materi utama disampaikan oleh Brigadir Putra Yesa, S.H., M.H.

Dalam pemaparannya, tim menekankan dasar hukum pencegahan oleh Densus 88 AT Polri, penegasan 4 konsensus dasar negara, serta pentingnya penguatan nilai Pancasila dan toleransi antarumat beragama. Fokus utama diarahkan pada perkembangan modus baru penyebaran paham IRET yang kini banyak terjadi melalui media sosial dan game online.

“Radikalisme bisa ada di semua agama. Sasaran utamanya adalah generasi muda. Karena itu kewaspadaan orang tua dalam mengawasi aktivitas dunia maya anak menjadi sangat penting,” jelas tim.

Peserta juga dibekali pengetahuan untuk mengenali ciri website dan akun yang menyebarkan paham radikal, memahami alur perekrutan, serta cluster ekstremisme berbasis kekerasan seperti RMVE, IMVE, dan NVE. Contoh perilaku intoleransi di lingkungan sekolah turut dibahas agar siswa lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh propaganda.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan LTBB sebagai sarana menumbuhkan disiplin, kekompakan, dan semangat kebangsaan. Hadir Wakil Kepala Sekolah, Dewan Guru, BK, dan seluruh staf SMA Maitreyawira.

Strategi Pencegahan IRET di SMA Negeri Sumsel

Pada hari yang sama pukul 07.30 – 09.00 WIB, Satgaswil Sumsel Densus 88 melaksanakan kegiatan di SMA Negeri Sumatera Selatan. Sebanyak 300 siswa-siswi mengikuti kegiatan bertema “Strategi Pencegahan Paham IRET di Era Digital” dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Narasumber Briptu Muhammad Alfarezi, S.H. menegaskan bahwa terorisme merupakan proses yang berawal dari sikap intoleransi, berkembang menjadi radikalisme, dan berpotensi mengarah pada tindakan teror.

“Terorisme tidak merujuk pada satu agama tertentu. Ini adalah tindakan individu atau kelompok yang menjadikan agama sebagai tameng untuk membenarkan perbuatannya,” ujarnya.

Materi mencakup pengertian IRET, klasifikasi ancaman RMVE, IMVE, dan NVE, sarana penyebaran melalui media sosial, serta tren rekrutmen kelompok teror yang menyasar anak muda. Siswa juga diajak memperkuat empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Untuk menangkal paham radikal, kita harus kuat dalam wawasan keagamaan, kebangsaan, dan berpikir kritis. Jadilah selektif dalam memilih informasi di media sosial,” pesan Briptu Alfarezi.

Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, http://S.Pd., http://M.Si., mengapresiasi kegiatan ini. “Penguatan wawasan kebangsaan sejak dini penting agar siswa memiliki daya tangkal terhadap paham yang bertentangan dengan nilai bangsa,” katanya.

Kedua kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari siswa. Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan lembaga pendidikan di Sumsel guna mencegah penyebaran paham IRET.

(Red KL)

Berita Terkait

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Lahan
Polda Sumsel Edukasi Publik soal Pencegahan Pelecehan Seksual di Sekolah Lewat Radio Elshinta
Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel
Perkuat Profesionalisme Personel, Polda Sumsel Umumkan Hasil Seleksi PAG T.A. 2026 dan SBP T.A. 2027
Wakapolda Sumsel Hadiri Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Kolaborasi Generasi Muda
Dukung Proyek Strategis Nasional, Kapolda Sumsel Tekankan Transparansi dan Kepastian Hukum bagi Masyarakat
Silaturahmi di Mapolda Sumsel, Kapolda Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Elemen Masyarakat
Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,44 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp20,56 Miliar Berhasil Dicegah

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:04

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Lahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:55

Polda Sumsel Edukasi Publik soal Pencegahan Pelecehan Seksual di Sekolah Lewat Radio Elshinta

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:50

Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:12

Perkuat Profesionalisme Personel, Polda Sumsel Umumkan Hasil Seleksi PAG T.A. 2026 dan SBP T.A. 2027

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:46

Dukung Proyek Strategis Nasional, Kapolda Sumsel Tekankan Transparansi dan Kepastian Hukum bagi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:39

Silaturahmi di Mapolda Sumsel, Kapolda Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Elemen Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:51

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan 22,44 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp20,56 Miliar Berhasil Dicegah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:39

Perkuat Akuntabilitas dan Tata Kelola Keuangan Negara, Kapolda Sumsel Sambangi Kantor BPK Perwakilan Sumsel

Berita Terbaru