Pemkab Samosir Bersama Yayasan Bitra Perkuat Kelembagaan Pengelola PATS Sibonor Ompu Ratus 

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Samosir(Sumut)Kompaslink.com

Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Bitra Indonesia memulai proses pembentukan dan penguatan kelembagaan pengelola Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang berada di Desa Sibonor Ompu Ratus. Langkah ini merupakan tindak lanjut pasca rampungnya pembangunan PATS melalui Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang didukung United Kingdom Oxford Policy Management (OPML) Inggris.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembahasan digelar di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (13/7), melibatkan masyarakat penerima manfaat, pemerintah desa dan beberapa OPD terkait. OPML menunjuk Yayasan Bitra Indonesia sebagai mitra pendamping untuk memfasilitasi pembentukan kelembagaan yang nantinya bertanggung jawab sebagai pengelola secara berkelanjutan.

Bupati Samosir yang diwakili Asisten II Hotraja Sitanggang menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Yayasan Bitra Indonesia. Menurutnya, kelembagaan yang kuat menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik pembentukan kelembagaan pengelola PATS. Dengan pendampingan yang profesional dan berpengalaman, kami berharap setelah masa pendampingan selesai masyarakat sudah mampu mengelola dan memelihara PATS secara mandiri,” ujar Hotraja.

Hotraja menegaskan, keberadaan PATS merupakan bagian dari komitmen Pemkab Samosir dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon. Dengan ketersediaan air yang memadai, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Samosir menargetkan pembangunan minimal dua unit PATS setiap tahun sebagai upaya memperluas manfaat teknologi ramah lingkungan tersebut.

Direktur Pelaksana Yayasan Bitra Indonesia, Dra. Rusdiana, menjelaskan bahwa pendampingan akan berlangsung selama lima bulan, mulai dari proses pembentukan kelembagaan, penyusunan tata kelola, hingga monitoring dan evaluasi.

Menurutnya, setelah kelembagaan terbentuk, Yayasan Bitra akan memberikan berbagai pelatihan, antara lain penguatan kelembagaan, tata kelola organisasi, manajemen teknis, manajemen keuangan, kepemimpinan, serta penyusunan mekanisme pembiayaan agar operasional PATS dapat berlangsung secara mandiri.

“Kami ingin memastikan PATS menjadi milik masyarakat melalui kelembagaan yang sah, kuat, dan mampu mengelolanya secara berkelanjutan. Seluruh proses dilakukan secara partisipatif bersama pemerintah desa dan masyarakat,” kata Rusdiana.

Ia menambahkan, pembentukan kelembagaan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui musyawarah untuk menentukan bentuk organisasi yang paling sesuai dengan kondisi masyarakat, baik melalui koperasi, BUMDes, kelompok tani, maupun bentuk kelembagaan lainnya.

Selain itu, Yayasan Bitra juga mengedepankan prinsip Gender Equality, Disability and Social Inclusion dalam proses pembentukan kelembagaan. Perempuan, generasi muda, serta kelompok rentan didorong untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan PATS. Rusdiana menegaskan bahwa keberlanjutan program hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pembina Yayasan Bitra, Soekirman, juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar menjaga semangat gotong royong dan nilai-nilai budaya sebagai modal utama dalam membangun kelembagaan yang kuat.

Keberhasilan pengelolaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kekuatan budaya dan kebersamaan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai budaya Batak menjadi modal sosial yang harus dijaga untuk memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun. Dengan budaya tersebut, masyarakat diharapkan mampu membangun kelembagaan yang solid, menjaga transparansi pengelolaan, serta merawat PATS secara berkelanjutan.

“Kalau budaya kebersamaan tetap hidup, pengelolaan PATS akan berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Soekirman.

 

Melalui pembentukan kelembagaan pengelola yang profesional, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap PATS Sibonor Ompu Ratus dapat terus berfungsi optimal dalam mendukung kebutuhan air irigasi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadi contoh pengelolaan infrastruktur berbasis masyarakat yang berkelanjutan bagi daerah lain.J/Ndk

Berita Terkait

Festival Tao Toba Joujou 2026 Sukses, Transaksi Digital Tembus 6 Miliar
Pemerintah Desa Jago Gelar Lomba Gerak Jalan Tingkat Pelajar, Tanamkan Semangat Nasionalisme Dan Bangun Desa Menuju Visi SOLAH
Keempat Kalinya Digelar di Samosir, Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dimulai, Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
Kepala OJK Sumut Resmi Berganti, Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sepakat, Bupati Samosir Bersama DPRD Tetapkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Perda tentang Pengelolaan Sampah
Pengembangan Bawang Putih Terus Diperkuat, Bupati Samosir Kembali Serahkan Bantuan 4 Ton Benih Bawang Putih
PERKARA PENGGELAPAN SETORAN KREDIT DI BRI RANDANGAN MASUK TAHAPAN PENGIRIMAN BERKAS PERKARA
Pagelaran Seni dan Budaya Pemkab.Samosir Sukses Memukau Ribuan Pengunjung di PRSU

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:15

Ditengah Kemeriahan perlombaan dalam rangka Semarak HUT ke-81 pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:14

Semarak HUT ke-81 RI, Kantah Purbalingga Pererat Kebersamaan dan Kekompakan Pegawai

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:12

Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan pada evaluasi pelaksanaan anggaran

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP) 24/7 hadir sebagai komitmen bersama untuk mempercepat transformasi pelayanan publik

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:07

Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Rapat Penyusunan Laporan Hasil Inventarisasi Tanah Terindikasi Telantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:08

Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:06

Buka PRESTASI Bersama KPK, Menteri ATR/Kepala BPN Tanamkan Semangat Bekerja Mempermudah Rakyat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:04

Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP

Berita Terbaru