Dari Limbah Durian Jadi Inovasi Nasional! Tim DURIKO Unsri Tembus Pendanaan PKM-RE 2026 dari 25.253 Proposal Se-Indonesia Mengusung gagasan cemerlang menyulap limbah kulit durian menjadi bahan perekat alami, tim mahasiswa lintas disiplin Universitas Sriwijaya sukses lolos seleksi ketat Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 Kemdiktisaintek. Inovasi ini hadir sebagai solusi material papan konstruksi masa depan yang kokoh, tahan air, dan ramah lingkungan.

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG —kompaslink.com|

Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali membuktikan tajinya di kancah nasional. Melalui inovasi material bangunan ramah lingkungan, tim yang menamakan diri DURIKO sukses menembus pendanaan bergengsi Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Pasalnya, tim DURIKO harus bersaing ketat menyingkirkan lebih dari 25.253 proposal dari seluruh kampus di Indonesia, hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu dari 1.321 tim luar biasa yang berhak mendapat pendanaan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


Gagasan cemerlang ini tidak lahir secara instan, melainkan dari kepekaan mereka dalam melihat persoalan lingkungan di sekitar. Sektor pembangunan saat ini masih sangat bergantung pada kayu hutan yang berujung pada ancaman deforestasi. Di sisi lain, bahan pembuat papan kayu buatan di pasaran mayoritas masih menggunakan lem kimia berbasis minyak bumi yang meninggalkan jejak karbon tinggi. Tantangan ini semakin nyata dengan melimpahnya sampah organik di Indonesia, di mana kulit durian sisa musim panen seringkali berakhir begitu saja di tempat pembuangan dan memperburuk emisi gas rumah kaca.

Melihat rentetan masalah tersebut, tim DURIKO justru menemukan jalan keluar yang inovatif dengan memanfaatkan limbah kulit durian. Melalui proses pemanasan khusus, mereka berhasil mengekstrak minyak alami dari kulit durian untuk disulap menjadi bahan perekat papan yang jauh lebih aman dan ramah lingkungan. Agar papan bangunan yang dihasilkan semakin kokoh dan tangguh, perekat alami tersebut dikombinasikan dengan serbuk tempurung kelapa sebagai penguatnya. Hasil akhirnya adalah sebuah papan komposit masa depan yang tidak hanya kuat, tetapi juga tahan terhadap air, sekaligus menjawab kelemahan papan buatan konvensional di pasaran yang biasanya mudah lapuk dan hancur di tempat lembab.

Di balik inovasi keren ini, ada kolaborasi solid dari lima mahasiswa lintas jurusan di Fakultas Teknik Unsri. Tim ini diketuai oleh Muhammad Farhan dari Teknik Kimia, bersama empat rekannya yang brilian, yaitu Aisyah Putri Cahyani dan Rotua Della Natania Br. Napitupulu dari Teknik Kimia, Muhammad Alif Taufiqurrahman Husni dari Teknik Mesin, serta Faturrahman Dwi Adhisatrio dari Teknik Sipil. Langkah inovatif mereka juga didampingi secara intensif oleh Ir. Bazlina Dawami Afrah, S.T., M.T., M.Eng., IPM., dosen pembimbing dari Teknik Kimia Unsri yang memiliki keahlian mendalam di bidang konversi biomassa.

Selama empat bulan ke depan, tim DURIKO akan menyempurnakan inovasi ini di Laboratorium Fakultas Teknik Unsri. Lebih dari sekadar mengejar prestasi akademik maupun target publikasi ilmiah, mereka membawa misi nyata untuk bumi: mengurangi sampah biomassa, menekan emisi karbon, dan mengurangi ketergantungan pada kayu hutan. Bagi masyarakat yang ingin melihat bagaimana kulit durian bertransformasi menjadi papan konstruksi modern, seluruh perjalanan riset mereka dapat diikuti langsung melalui akun Instagram dan TikTok di @durikoteam.(Ria)

Editor:Red

 

Berita Terkait

Kapolda Sumsel Gaungkan Polisi Bersama Masyarakat, Edukasi Pelajar SMKN 6 Palembang Cegah Bullying dan Narkoba
Cegah Konflik Meluas, Wadir Binmas Polda Sumsel Ajak Warga Manfaatkan FKPM
Danrem 044/Gapo Hadir, Ciptakan Penguatan Hubungan Sosial dan Budaya melalui World Anxi Conference
Wakapolda Sumsel Gelar Minggu Kasih di GPdI Alfa Omega, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama
Respons Cepat Laporan Pencurian di Kalidoni, Polda Sumsel Amankan Enam Tersangka
Wakapolda Sumsel Pimpin Apel Operasi Patuh Musi 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Wakapolda Sumsel Tegaskan Operasi Patuh Musi 2026 Utamakan Keselamatan, Bukan Target Tilang
Peduli Dampak Kabut Asap, HIMAKESOS STISIPOL Candradimuka Palembang Bagikan 200 Masker kepada Pengguna Jalan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:01

Kapolda Sumsel Gaungkan Polisi Bersama Masyarakat, Edukasi Pelajar SMKN 6 Palembang Cegah Bullying dan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:54

Cegah Konflik Meluas, Wadir Binmas Polda Sumsel Ajak Warga Manfaatkan FKPM

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:25

Danrem 044/Gapo Hadir, Ciptakan Penguatan Hubungan Sosial dan Budaya melalui World Anxi Conference

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21

Wakapolda Sumsel Gelar Minggu Kasih di GPdI Alfa Omega, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:02

Wakapolda Sumsel Pimpin Apel Operasi Patuh Musi 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57

Wakapolda Sumsel Tegaskan Operasi Patuh Musi 2026 Utamakan Keselamatan, Bukan Target Tilang

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:42

Peduli Dampak Kabut Asap, HIMAKESOS STISIPOL Candradimuka Palembang Bagikan 200 Masker kepada Pengguna Jalan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:29

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Jadi Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru