Puluhan Aktivis LSM GRANSI dan Forum LSM Bersatu Gelar Aksi di Kejati Sumsel, Desak Penanganan Dugaan Korupsi

- Penulis

Senin, 13 Januari 2025 - 11:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – KOMPASLINK.COM
Puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM GRANSI) bersama Forum LSM Bersatu menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja Kejati Sumsel, khususnya bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), yang dinilai lamban dalam menangani berbagai laporan dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Sumatera Selatan. Senin (13/1/25).

Ketua DPD LSM GRANSI, Supriyadi, dalam orasinya menegaskan bahwa mereka merasa dikhianati oleh janji-janji pihak Kejati. “Pada Juni 2024, Aspidsus berjanji akan menindaklanjuti seluruh laporan yang kami sampaikan. Namun hingga kini tidak ada perkembangan berarti. Ini menunjukkan kurangnya komitmen dan profesionalisme,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, LSM GRANSI membeberkan sejumlah kasus dugaan korupsi yang menjadi perhatian mereka, di antaranya:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Dinas Perumahan Rakyat Kota Palembang

Dugaan penyimpangan anggaran Rp36 miliar dalam pengadaan lampu LED.

Rincian proyek meliputi penggantian armature lampu LED berbagai jenis senilai lebih dari Rp20 miliar dan pengadaan lampu LED 40 watt autodiming senilai Rp7,1 miliar.

2. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang

Pengadaan alat dan bahan kegiatan kantor dengan anggaran mencapai Rp11 miliar.

3. Camat Ilir Timur 2 Kota Palembang

Dugaan korupsi belanja modal alat kantor senilai Rp48 miliar.

4. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan

Penyimpangan anggaran hibah kepada KONI dan NPCI sebesar Rp37 miliar.

5. Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Dugaan korupsi dalam belanja perjalanan dinas senilai Rp102 miliar.

6. Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan

Dugaan penyimpangan anggaran belanja modal pengadaan konsultan perencanaan pembangunan ruang kelas baru dengan total anggaran Rp86 miliar.

7. Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin

Dugaan korupsi pada proyek pembangunan dan pengelolaan dana desa dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Supriyadi menegaskan bahwa Kejati Sumsel harus memberikan kejelasan dalam waktu satu bulan. “Jika dalam waktu satu bulan tidak ada perkembangan, kami akan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar dan menuntut evaluasi terhadap kinerja Aspidsus Sumatera Selatan. Jangan biarkan kepercayaan masyarakat hancur karena janji-janji kosong,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa yang dimulai sejak pagi ini berlangsung damai. Massa membawa berbagai spanduk dengan tuntutan agar Kejaksaan Tinggi lebih transparan dan profesional.

Aksi diakhiri dengan penyerahan surat pernyataan kepada pihak Kejati Sumsel. Dalam surat tersebut, LSM GRANSI menuntut komitmen dan tindakan nyata dari Kejaksaan Tinggi dalam menuntaskan berbagai kasus dugaan korupsi.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan tindakan nyata dari Kejati Sumsel. Jangan sampai lembaga ini kehilangan kepercayaan masyarakat karena dinilai tidak profesional,” pungkas Supriyadi.

Pihak Kejaksaan Tinggi Sumsel belum memberikan tanggapan resmi atas aksi ini. Namun, masyarakat berharap Kejaksaan mampu membuktikan komitmennya dalam memberantas korupsi dan menjaga integritas lembaga hukum. (RQ)

Berita Terkait

Penanganan Karhutla 2026, Polda Sumsel Tetapkan 52 Tersangka Perorangan dan Proses 20 Perkara Korporasi
Wakapolda Sumsel Gelar Safari Jumat dan Bakti Kesehatan Gratis di Masjid Al-Falah
Silaturahmi dengan 61 Pimpinan Perguruan Tinggi, Kapolda Sumsel Dorong Kolaborasi Jaga Kamtibmas
Polda Sumsel Perkuat Green Policing melalui Aksi Peduli Lingkungan di Komplek Pakri
Janjikan Lulus CPNS Kemenkumham Lewat Jalur Belakang, Pelaku Diamankan Jatanras Polda Sumsel
Rakor Karhutla Bersama Forkopimda, Polda Sumsel Perkuat Kesiapsiagaan Lindungi Masyarakat
Kapolda Sumsel Terima Aliansi Cipayung Plus, Bahas Karhutla hingga Pemberantasan Narkoba
Kapolda Sumsel Bersama Wakapolda dan PJU Pererat Sinergi dengan Insan Pers

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:27

Penanganan Karhutla 2026, Polda Sumsel Tetapkan 52 Tersangka Perorangan dan Proses 20 Perkara Korporasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:12

Wakapolda Sumsel Gelar Safari Jumat dan Bakti Kesehatan Gratis di Masjid Al-Falah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:08

Silaturahmi dengan 61 Pimpinan Perguruan Tinggi, Kapolda Sumsel Dorong Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:46

Polda Sumsel Perkuat Green Policing melalui Aksi Peduli Lingkungan di Komplek Pakri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:28

Janjikan Lulus CPNS Kemenkumham Lewat Jalur Belakang, Pelaku Diamankan Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:15

Kapolda Sumsel Terima Aliansi Cipayung Plus, Bahas Karhutla hingga Pemberantasan Narkoba

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:23

Kapolda Sumsel Bersama Wakapolda dan PJU Pererat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:16

17 Rumah Terbakar di 8 Ulu Palembang, Harimau Sumatera Bersatu Turun Salurkan Bantuan

Berita Terbaru